Diskon PPnBM Genjot Penjualan Mobil di Indonesia Maret 2021 

Diskon PPnBM Genjot Penjualan Mobil di Indonesia Maret 2021 
Pameran Mobil

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Penjualan retail mobil di Indonesia naik 65,1 persen pada Maret dibanding Februari 2021. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjelaskan kenaikan signifikan itu berkat program relaksasi PPnBM yang diselenggarakan pemerintah mulai 1 Maret.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara retail pada Maret sejumlah 77.511 unit. Angka ini naik 65,1 persen atau 30.568 unit dibanding Februari (46.943 unit).

Catatan retail 77.511 itu terekam naik 28,2 persen bila dikomparasi Maret 2020 yang dipahami belum terganggu pandemi Covid-19. Sementara itu penjualan mobil berdasarkan wholesales mengalami kenaikan lebih besar dari retail pada Maret, yakni 72,6 persen (84.910 unit) dibanding Februari (49.202 unit).

Hasil wholesales Maret 84.910 unit naik 10,5 persen dibanding Maret 2020 (76.811 unit). Menurut Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, program relaksasi PPnBM telah mendukung peningkatan penjualan mobil pada Maret. Kata dia momentum ini mesti dijaga buat mendukung pergerakan industri otomotif di dalam negeri.

"Kalau ini bisa sustain dijaga, kemudian ekosistem industrinya jalan," kata Kukuh kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/4).

Relaksasi PPnBM telah dimulai pada 1 Maret khusus untuk mobil-mobil bermesin maksimal 1.500 cc dengan local purchase komponen setidaknya 70 persen. Pada tahap 1, yakni Maret - Mei, pemerintah memotong kewajiban membayar PPnBM sampai 100 persen, lalu pada tahap 2 (Juni - September) potongan 50 persen, dan tahap 3 (Oktober - Desember) potongannya 25 persen.

Kemudian pemerintah sudah memperluas relaksasi PPnBM untuk mobil-mobil 1.501 - 2.500 cc dengan local purchase minimal 60 persen mulai 1 April. Kategori ini dibagi menjadi dua jenis, yakni 4x2 dan 4x4.

Kategori 4x2 diskon PPnBM berlaku 50 persen untuk April-Agustus dan September-Desember 25 persen. Sementara buat 4x4 diskon PPnBM 25 persen buat April-Agustus dan 12,5 persen pada September-Desember.

Kuartal 1 negatif

Kendati mengalami lonjakan pada Maret, catatan penjualan mobil retail pada kuartal 1 (Januari, Februari, Maret) di Indonesia masih lebih rendah dibanding periode sama 2020.

Pada kuartal 1 2021 catatan penjualan retail yakni 178.450 unit, ini turun 21,1 persen dibanding kuartal 1 2020. Sedangkan penjualan wholesales kuartal 1 2021 sebesar 187.021 unit, melandai 18,7 persen dibanding kuartal 1 2020.