Lintas Daerah

Disdik Jabar: Zonasi Ditentukan Sekolah Masing-masing

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Sistem zonasi yang menjadi poin utama pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 berdasar pada garis lurus yang ditarik dari rumah ke sekolah, bukan dari jalur transportasi angkutan umum perkotaan (angkot).

“Tarik lurus bukan jalur angkot, tarik lurus benang diluruskan. Jadi menunjuk posisi rumahnya (ke sekolah),” ujar salah satu Koordinator Pengawas PPDB 2018 Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ari A. Sobari di Bandung, Selasa (3/7/2018).

Masalah zonasi masih sering dikeluhkan, terutama oleh masyarakat yang rumahnya sangat dekat dengan sekolah namun tidak diterima. Justru siswa dari kecamatan lain diterima di sekolah yang bukan dalam zonasinya.

Hal itu, katanya, sebaiknya didiskusikan antara orang tua dan operator di sekolah tujuan. Ia mengatakan, apabila soal jarak, operator sekolah masing-masing yang menentukan.

“Penentuan lokasi rumah banyak dijalankan operator. Jadi posisinya dikira-kira yang cepet aja. Masalah zonasi itu perlu kedua belah pihak sepakat jadi dari operator yakinkan rumah posisinya di mana,” katanya.

Ia mencontohkan sebuah kasus yang terjadi di Jawa Barat, orang tua mengeluhkan anaknya yang tidak masuk zonasi karena jarak rumahnya ke sekolah tujuan lebih dari 1.000 meter, padahal jarak aslinya hanya 700 meter.

“Insya Allah kayaknya operator cukup canggih. Operator itu di masing-masing sekolah, jadi sebenarnya sekolah yang menentukan,” kata dia. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close