Hukum

Disambangi Setnov di Rutan KPK, Eni Saragih Mengaku Tak Nyaman

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Mantan Ketua DPR Setya Novanto menemui tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Eni Saragih di Rutan KPK. Eni menuturkan Novanto menyampaikan sejumlah hal yang membuatnya kurang nyaman.

“Yang pasti sudah saya sampaikan kepada penyidik, ya memang apa yang disampaikan oleh Pak Novanto membuat saya kurang nyaman,” kata Eni Saragih di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2018).

Eni mengatakan ada lima hal yang disampaikan Setya kepadanya. Seluruhnya sudah diteruskan Eni ke penyidik.

“Sudah saya sampaikan ke penyidik. Saya pikir penyidik sudah tahu karena itu terjadi di Rutan KPK,” tambah Eni.

Sebelumnya, Eni mengaku didatangi Setya Novanto di rutan cabang KPK Kavling K4.m Kuningan, Jakarta Timur. Berdasarkan informasi, Setya yang juga mantan ketua Umum Golkar itu sempat diinapkan di Rutan KPK karena menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Saat diinapkan itulah, Setya menyambangi Eni. Diketahui dua hari berturut-turut, Setya yang kini jadi penghuni Lapas Sukamiskin, diperiksa sebagai saksi yakni pada 27 dan 28 Agustus 2018.

Eni sebelumnya pernah mengatakan bahwa dirinya mendapat perintah dari Setya Novanto untuk mengawal proyek pembangunan PLTU Riau-1. Eni juga mengaku mengenal pengusaha Johannes B Kotjo hingga Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, melalui Novanto.

“Apa perintah-perintah dari tentunya bermula dari sebelum saya kenal Pak Kotjo, ya itu perintah dari Pak Setya Novanto,” kata Eni usai diperiksa di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Rabu 5 September 2018.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juta oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu.

Eni sudah mengakui sebagian uang yang dirinya terima sebesar Rp 2 miliar dari Kotjo digunakan untuk keperluan Munaslub Golkar. Namun, Eni tidak menyebut secara pasti jumlah uang suap yang masuk ke kegiatan partainya. Eni juga mengaku hanya menjalankan tugas partai untuk mengawal proyek PLTU Riau-1.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close