Sepak Bola

Dinilai Vulgar, Logo Klub AS Roma Disensor Televisi Iran

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Televisi Iran melakukan kebijakan khusus dengan menyensor gambar puting susu serigala (I Lupi) di logo klub Liga Italia Serie A, AS Roma.

I Lupi memang memiliki logo bergambar seekor serigala yang tengah menyusui dua bayi lelaki. Makna logo tersebut diambil dari mitos Remus dan Romulus yang dipercaya sebagai asal muasal kota Roma, ibu kota Kekaisaran Romawi.

Cerita serigala yang menyusui Remus dan Romulus itu pun diabadikan sebagai simbol kebanggaan klub ibu kota Italia tersebut.

Jutaan pasang mata telah menyaksikan langsung acara televisi pemerintah Iran yang mensensor logo sebuah klub sepakbola Italia, AS Roma selama tayangan Liga Champions. Hal tersebut terjadi ketika stasiun televisi itu menayangkan berita mengenai hasil pertandingan antara Barcelona melawan AS Roma yang berlangsung pada Kamis (05/04/18). Para pemirsa televisi tersebut pun dapat dengan jelas melihat bahwa ada bagian dari logo AS Roma yang disensor dengan cara diblur.

Stasiun televisi di Iran juga menghadirkan cerita tersendiri saat menayangkan secara langsung leg pertama perempat final Liga Champions 2017/2018. Tepatnya saat Barcelona menjamu Roma di Stadion Camp Nou, Rabu (4/4/2018) malam waktu setempat.

Televisi nasional Iran, Voice and Vision TV selaku salah satu stasiun yang mendapat akses menayangkan Liga Champions, rupanya tidak ingin menampilkan logo Serigala Roma seutuhnya.

Voice and Vision TV melakukan sensor pada bagian puting gambar serigala tersebut karena kebijakan ketat dari negara Republik Islam Iran yang tidak boleh menampilkan organ vital atau gambar yang menurut mereka tidak patut.

Dalam sesi analisis sebelum pertandingan, logo Barcelona memang ditampilkan di televisi tersebut. Giliran logo Roma, gambar bagian puting serigala diburamkan oleh televisi tersebut.

Sontak, kebijakan televisi nasional Iran itu mendapat sindiran dari salah satu jurnalis Iran yang berbasis di Denmark, Mehdi Rostampour, melalui media sosial Telegram.

“Dalam 3000 tahun, Remus dan Romulus hanya kehilangan susu ibu mereka, namun televisi Iran juga melarang mereka menyusu dari serigala,” demikian tulis Mehdi dalam akun Telegram-nya.

Yang menarik, akun Twitter klub Roma berbahasa Inggris juga melontarkan cuitan menanggapi sensor televisi Iran itu dengan candaan.

Pada leg pertama perempat final Liga Champions, AS Roma dihajar tuan rumah Barcelona 4-1. Situasi itu membuat peluang I Lupi untuk lolos ke semifinal kian tipis.

Roma pun harus menang lebih dari tiga gol atau 3-0 atas Barca di Stadion Olimpico pada leg kedua, Selasa (10/4) malam waktu setempat, jika ingin lolos ke semifinal.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close