Hukum

Dinas DPMPTSP Bekasi Terima Uang Rp 1 M dari Meikarta

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Sebanyak 8 saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus suap perizinan Meikarta kembali digelar di Pengadian Tipikor Kota Bandung, Rabu (23/1/2018).

Saksi-saksi itu terdiri dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Trisnawati (55), Kabid Perizinan, Tata Ruang, dan Pembangunan DPMPTSP Kabupaten Bekasi Sukmawati Karna Hadiyat, dan Staf Penerbitan DPMPTSP Kabupaten Bekasi Muhamad Kasimin.

Selain itu, hadir sebagai saksi Carwinda, Camat Babelan Kabupaten Bekasi Deni Mulyadi, Staf Bidang Tata Ruang Pembangunan DPMPTSP Ujang Tatang, Staf Pengelola Dokumen Perizinan DPMPTSP Luki Widayaning, dan Asisten 3 Bidang Umum Setda Pemkab Bekasi Suhub.

Dalam kesaksiannya, Dewi membenarkan adanya aliran dana dari Meikarta untuk Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi sebesar Rp 1 miliar. Uang tersebut diketahui untuk pengurusan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) dan Izin mendirikan Bangunan (IMB) Meikarta.

“Iya (ada penerimaan uang),” kata Dewi menjawab pertanyaan jaksa.

Jaksa KPK I Wayan Ryana menerangkan, dalam BAP-nya, saksi Dewi ini kerap berubah-ubah. Wayan kemudian membacakan BAP Dewi. Dalam BAP Dewi, Sukmawati datang ke kantor Dewi dan mengatakan bahwa titipan dari Fitradjaja Purnama sudah diterima ada di mobil Sukmawati dan Kasimin. Dewi kemudian memberikan kunci mobilnya dan memerintahkan Sukmawati untuk memindahkan uang itu ke mobilnya.

“Saksi Dewi juga meminta untuk mengambil sejumlah Rp 150 juta dari uang tersebut untuk diberikan kepada Kasimin. Saat bersama Sukmawati, saksi Dewi juga menyampaikan rencana Dewi dari uang tersebut sebesar 100 juta rupiah (untuk diberikan) kepada Bupati Neneng Hasanah Yasin, sekedar berbagi rezeki,” kata jaksa saat membacakan BAP Dewi.

Pada saat Dewi pulang, lanjut jaksa, di dalam mobilnya Dewi mendapati sebuah kardus yang di dalamnya terdapat kantong plastik hitam berisi uang pecahan Rp 100 juta. Menurut Dewi, uang tersebut berjumlah Rp 850 juta dari uang Rp 1 miliar yang diambil Rp 150 juta oleh Sukmawati.

“Uang tersebut kemudian disimpan di lemari rumah, kemudian saksi Dewi ambil sebagian uang tersebut untuk kemudian saksi Dewi tempatkan ke dalam dua plastik hitam, satu plastik berisi uang Rp 400 juta dan lainnya 50 juta rupiah,” kata jaksa.

Beberapa hari kemudian, Dewi mengajak Sukmawati ke rumahnya dan memberikan kantong plastik berisi uang Rp 50 juta untuk diberikan kepada Said dan Zaki.

“Saksi Dewi mengatakan, ini ada rezeki dari Meikarta untuk Pak Said dan Pak Zaki, lalu Dewi juga berikan kantong plastik berisi uang 400 juta kepada Sukmawati dengan berbisik bahwa uang Rp150 juta untuk Sukmawati dan sisanya sebesar Rp 250 juta agar disimpan untuk keperluan dinas,” kata jaksa.

Lebih lanjut, uang 400 juta masih ada di tempat Dewi. Uang tersebut dipakai Rp 20 juta untuk keperluan berobat dan Rp 50 juta untuk kepentingan pribadi.

“Dari sisa Rp 330 juta, sebagian Rp 100 juta rencana Dewi berikan ke Bupati, nanti ketika sisa pengambilan IMB 35 tower pembangunan Meikarta sudah keluar, pada kisaran Desember 2018,” katanya.

“Namun, kini uang Rp 320 juta tersebut sudah disita oleh KPK,” tambahnya. “Itu BAP benar?” kata jaksa. “Iya benar Pak,” kata Dewi. (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close