Nasional

Din Ajak Masyarakat Kedepankan Etika dalam Berpolitik

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin mengajak semua masyarakat agar mengedepankan etika dalam berpolitik.

Din menyampaikan itu merespons insiden intimidasi di Car Free Day, Minggu (29/4) di mana perilaku menyimpang.

“Saya enggak membela salah satu pihak, semua pihak. Saya kira ada kecenderungan kita mengabaikan etika politik,” kata Din di Jakarta, Minggu.

Ia khawatir jika hal ini dibiarkan akan berlarut. Untuk itu seluruh masyarakat diminta mengedepankan etika dalam berpolitik. Prinsipnya, perbedaan selalu terjadi dan hal tersebut wajar dan biasa ditemui.

Din mengimbau semua pihak mengendalikan diri dan menyuarakan perbedaan di saat yang tepat.

“Kalau ada perbedaan aspirasi politik, sebenarnya sah-sah saja. Dan bagusnya hal itu diselenggarakan dengan mekanisme konstitusi, itulah pemilu. Pilpres. Sebelum itu tidak perlu lah,” tuturnya.

Dia juga meminta masyarakat tak menggunakan istilah atau label yang tidak lazim digunakan. Apalagi yang menjelekkan dan sinis pada golongan lain.

“Silahkan berbeda pendapat, itu sah, termasuk pengaitan agama, sah saja. Tapi lebih agama mengaitkan itu pada tataran etika dan moral. Bukan tataran kita terjebak pada fanatisme yang mutlak seperti itu,” katanya.

Konflik ini diminta Din untuk segera diakhiri. Sebab selayaknya pesta demokrasi, semua pihak seharusnya bergembira. Tidak berkutat dalam fanatisme, namun bersuka cita menyampaikan aspirasi.

“Terhadap pilpres, kita tak menjadi pendukung fanatik tapi menjadi penggembira. Silahkan bergembira dengan dukungan masing-masing,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close