Diklaim Tersisa 300-an Kasus Aktif, China Sukses Besar Lawan Corona

Diklaim Tersisa 300-an Kasus Aktif, China Sukses Besar Lawan Corona
Ilustrasi peneliti China (foto CNBCIndonesia)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Perang terhadap wabah virus corona (Covid-19) telah berhasil dimenangkan China, negara lokasi penemuan pandemi mematikan tersebut.

Per awal pekan ini, Senin (28/9/2020), angka kasus aktif Covid-19 China 'hanya' tinggal sebanyak tiga ratusan kasus. Jumlah ini tentu sangat kecil untuk negara dengan penduduk di atas 1 miliar jiwa ini.

"Kalau di China, secara keseluruhan China itu tinggal 370-an [kasus corona]. Itu data yang terakhir, dan itu kebanyakan itu imported cases. Kenapa? Karena sejak sudah lebih dari 1 bulan tidak ada lagi kasus-kasus baru di China. Sementara kebanyakan itu adalah kasus-kasus yang datang dari luar China." kata Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun kepada CNBC Indonesia, Senin (28/9).

Meski jumlah kasus aktif di China saat ini sangat sedikit, namun Djauhari mengatakan pemerintah belum mau melonggarkan aturan pembatasan di negara tersebut. Apa lagi dalam hal menerima pendatang asing.

"Oleh karena itu masih sangat ketat masuknya orang-orang yang berkunjung ke China, khususnya ke kota-kota besar termasuk Beijing. Tetapi di China sendiri, kalau saya berbicara di Beijing, situasi sudah seperti biasanya lagi dengan norma baru tentunya. Protokol kesehatan itu dijalankan secara disiplin, menggunakan masker, mengukur suhu badan dan lain-lain dan lain-lain." paparnya.

"Jadi aktivitas, baik aktivitas pemerintah maupun aktivitas-aktivitas ekonomi sudah bergerak kembali."

China merupakan negara yang pernah menjadi pusat bagi wabah corona. Sejak ditemukan di kota Wuhan, provinsi Hubei pada Desember lalu, wabah tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai negara di dunia.

Akibat wabah, China juga sempat menerapkan penguncian (lockdown) besar-besaran selama beberapa bulan di awal tahun ini.

Namun kini, China telah menjadi salah satu negara yang berhasil menangani wabah. Bahkan, dari data, diketahui bahwa penambahan kasus baru di negara itu hanya sedikit dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Worldometers, hingga Senin ini China baru mengonfirmasi 85.372 kasus infeksi dengan 4.634 kematian. Sebanyak 80.553 orang di antaranya telah sembuh.

Angka itu jauh lebih sedikit dari kasus corona Amerika Serikat (AS), dengan penduduk jauh lebih kecil. Di AS ada 7.321.465 kasus infeksi dilaporkan sejauh ini di AS, dengan 209.454 kematian dan 4.560.742 sembuh. Ini menjadikan AS negara yang paling banyak memiliki kasus Covid-19 di dunia. (WS)