Diklaim Akurat Hitungan Menit, Ilmuwan Afrika Bikin Alat Tes Corona Seharga Rp14 Ribu

Diklaim Akurat Hitungan Menit, Ilmuwan Afrika Bikin Alat Tes Corona Seharga Rp14 Ribu
Ilustrasi alat tes corona dari Senegal. (AP/Michel Spingler)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pusat penelitian biomedis Pasteur Institute asal Senegal menyatakan telah membuat test kit Covid-19 seharga US$1 atau Rp14 ribuan. 

Alat tes virus corona dari benua Afrika itu diklaim dapat memberikan hasil dalam hitungan menit.

Rapid test kit itu terdiri dari strip tes sederhana yang ditempatkan di unit plastik dan menggunakan sampel darah kecil yang dikumpulkan dengan menusuk jari, seperti alat yang digunakan untuk menguji insulin.

Darah itu kemudian diuji untuk mengetahui kadar antibodi terkait virus corona dan hasilnya ditunjukkan pada strip tes 
Melansir CNN Indonesia, rapid test kit ini tidak membutuhkan listrik atau membutuhkan analisa laboratorium.

"Ini adalah teknologi yang sangat sederhana, seperti alat tes kehamilan yang dapat Anda gunakan di mana saja," kata direktur Institut Pasteur, Amadou Sall.

Prototipe kit itu telah diuji pada bulan Juni, setelah mengumpulkan dana dari donor seperti nirlaba Inggris Wellcome Trust dan pemerintah Inggris. Setelah pemeriksaan regulasi selesai, rencananya alat itu baru akan diproduksi dan didistribusikan.

Alat uji cepat Covid-19 pertama akan tersedia di benua Afrika melalui pemerintah dan organisasi kesehatan seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika).

"Idealnya, kami sedang mengerjakan bagaimana kami dapat membuat (kit) tersedia untuk masyarakat yang lebih umum," ujar Sall.

Melansir Aljazeera, Sall dan tim peneliti sebelumnya mengerjakan vaksin untuk demam kuning dan demam berdarah.

Karena pandemi Covid-19, mereka akhirnya juga mengembangkan prototipe untuk tes diagnostik bekerja sama dengan Mologic, sebuah perusahaan bioteknologi Inggris yang didirikan oleh penemu tes kehamilan yang banyak digunakan.

Setelah siap, tes kit tersebut akan diproduksi di Inggris dan di fasilitas kesehatan yang berbasis di Dakar, Senegal, yang dikelola oleh DiaTropix, anak perusahaan dari Institut Pasteur yang berfokus pada pengujian penyakit menular.

DiaTropix awalnya akan memproduksi hingga empat juta pengujian per tahun. Para pengembang juga sedang dalam pembicaraan tahap awal untuk membuat lokasi manufaktur di bagian lain benua itu.

"Dengan tes seperti ini, Anda dapat mendeteksi [virus] dengan sangat cepat di bagian mana pun di benua ini dan kemudian menghindari penularan," kata direktur medis Mologic, Joe Fitchett. (MU)