Konsultasi Hukum

Dijanjikan Tenaga Honorer dengan Membayar Sejumlah Uang

Pertanyaan

Pada awal tahun 2019, saya dan istri saya dijanjikan menjadi tenaga honorer di Instansi Pemerintahan oleh bapak B, saya mengenal bapak B melalui teman saya sebut saja A, dimana A tersebut adalah adik ipar dari bapak B, sebelumnya teman saya A membawa saya menghadap ke bapak B yang menurutnya punya jabatan dan bisa membantu mengangkat saya dan istri saya menjadi tenaga honorer dengan syarat saya harus menyediakan uang sejumlah Rp. 70.000.000,-

Karena saya dan istri saya ingin bekerja, maka uang sejumlah itu disanggupi oleh keluarga, serta sudah diserahkan kepada bapak B disaksikan oleh teman saya A, tetapi yang membuatkan dan menandatangani kwitansi adalah teman saya A,pada saat itu bapak B berjanji akan segera menerbitkan SK honorer untuk saya dan istri saya.

Namun setelah ditunggu tunggu saya dan istri saya tidak juga dipekerjakan sebagai tenaga honorer dan SK yang dijanjikan tersebut tidak ada,sudah seringkali saya pertanyakan kepada bapak B tetapi hanya janji-janji yang kami dapat.

Yang perlu saya tanyakan,langkah apa yang dapat saya lakukan agar uang saya kembali.

Terimakasih atas jawabannya.

Dery Sumatera

Jawaban:

Yth bapak Dery di Sumatera.

Terimakasih atas pertanyaan bapak.

Pada kesempatan ini perlu kami berikan gambaran bahwa upaya menjanjikan suatu pekerjaan dengan imbalan memberikan sejumlah uang kepada seeseorang yang bisa membantu itu tidak dibenarkan, apalagi dalam hal ini secara nyata ada pihak-pihak yang dirugikan.

Perbuatan yang dilakukan oleh bapak B dan A tersebut bisa dikategorikan sebagai dugaan penipuan dalam hal menjanjikan suatu pekerjaan namun tidak ada realisasinya, sebagaimana diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yakni bebunyi :

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”

Apabila perbuatan tersebut dilakukan secara bersama-sama maka memenuhi unsur pasal 55 ayat (1) dan (2) KUHP , yakni :
(1) Dipidana sebagai pembuat (dader) sesuatu perbuatan pidana :
Ke-1 : Mereka melakukan, yang menyuruh lakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan;
Ke-2: Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.
(2) Terhadap penganjur hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

Jika mengacu pada pasal-pasaltersebut diatas, apabila pihak-pihakyang memberikan informasi danmenjanjikan adanyalowongan pekerjaan tenaga honorer tersebut, memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yakni secara melawan hukum dengan tipu muslihat, rangkaian kebohongan, dan menggerakkan orang lainuntuk menyerahkan sesuatu atau sejumlah uang kepadanya maka pihak yang dirugikan dapat saja menuntut secara pidanakepada pihak yang menjanjikan pekerjaan tersebut atas dasar tindak pidana penipuan.

Sebagai tindak lanjut dari peristiwa yang dialami, pak Dery dapat meminta kembali secara baik-baik uang yang sudah terlanjurdiberikan. Tetapi jika tidak ada itikad baikmaka pak Dery dapat melaporkan perbuatan bapak B dan A kepada aparat kepolisian setempat agar dapat diproses secara hukum supaya tidak ada lagi korban-korban selanjutnya.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

EKA INTAN PUTRI, S.H., M.H.
Advokat – Ketua LKBH Intan

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close