Dies ke-70 UIN Jogja, Kunjungi Alumni

Dies ke-70 UIN Jogja, Kunjungi Alumni
Syihabuddin Qalyubi bersama Kiyai Heri Kuswanto

Oleh: Syihabuddin Qalyubi

ADA banyak cara para alumni dan civitas akademika Universtas Islam Negri (UIN) Jogja memperingati hari ulang tahun almamaternya, ada yang dengan kegiatan sepeda santai, ada yang membuat twibbonize atau flyer,  dan kegiatan lainnya, di samping kegiatan-kegiatan yang bersifat spiritual.

Bagi saya memperingati hari bersejarah ini adalah dengan mengunjungi salah seorang alumni IAIN/UIN Sunan Kalijaga yang sudah berhasil, agar bisa dijadikan motivasi bagi para alumni lainnya. Yang saya maksudkan adalah sahabat saya Drs. K H. Heri Kuswanto M.Si, alumni fak Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, tahun 1989 dan Sosiologi UGM (1991). Ia pernah jadi Rektor Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Annur Yogyakarta (2009-2021), Anggota dan Pimpinan DPRD Kabupaten Bantul 2dua periode (1999-2009) Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Propinsi D.I.  Yogyakarta, dan seabreg jabatan lainnya.

Pada kehidupan sehariannya ia memimpin pondok Pesantren Lintang Songo yang ia dirikan bersama  H. San Afri Awang  pada tahun 1991. Pada mulanya Pesantren ini bernama  ISC (Islamic Studies Centre) yang kemudian oleh masyarakat disebut sebagai pondok pesantren Aswaja Lintang Songo, sehingga nama lengkapnya adalah Pondok Pesantren ISC Aswaja Lintang Songo

Pondok Pesantren ini memiliki 27 unit usaha yang dikelola oleh santri-santrinya. Salah satu yang terbaru adalah Lintang Songo Smart Farm and Garden, yakni kolam pemancingan dan kebun sayur yang hasil panennya bebas diambil oleh para pengunjung.

Dari 70 santri yang menimba ilmu di Ponpes Lintang Songo, seluruhnya diwajibkan ikut mengelola 27 unit usaha tersebut, yang di antaranya terdiri atas  sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perhutanan, dan home industry. Beberapa usahanya bahkan telah bekerja sama dengan perguruan tinggi di Yogyakarta

Menurut penuturannya bahwa sudah ada 29 negara yang berkunjung ke ponpes yang ia asuh ini. Di Lintang Songo Smart Farm and Garden sendiri, pengunjung bisa mengikuti pengajian tanpa berkerumun.

Kiyai Heri telah memperoleh beberapa penghargaan, antara lain Pemenang Nasional Lomba Eco-Pesantren (2010), Pemenang Nasional Ketahanan Pangan (2010), dan ng Keluarga Harmonis DIY (2011).
 
Pada Dies ke-70 ini Drs.KH Heri Kuswanto, M.Si  patut dijadikan teladan oleh para alumni dan khususnya para mahsiswa yang masih menempuh kuliah, ia telah berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan salah satu tujuan UIN, yaitu menghasilkan sarjana yang beriman, berakhlak mulia, memiliki kecakapan sosial, manajerial, dan berjiwa kewirausahaan serta rasa tanggung jawab sosial kemasyarakatan.

Selamat berulangtahun UIN Sunan Kalijaga. (*)


*Prof. Dr Syihabuddin Qalyubi, Guru Besar Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.