Nasional

Diduga Stress Ditinggal Pacar, WN Belanda di Bali Gantung Diri

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Diduga karena stress menghadapi masalah asmara, seorang warga negara Belanda bernama Reinoud Alexander Maria Weusten (54 tahun) tewas gantung diri di sebuah penginapan di Kuta, Bali, Jumat (22/11/2019). Reinoud ditemukan gantung diri dengan seutas kabel charger ponsel yang terlilit di lehernya.
Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa mengatakan Reinoud diduga bunuh diri karena ditinggal pacarnya. Orang yang kali pertama menemukan Reinoud tewas adalah karyawan penginapan yang bernama Achmad Yasin (22 tahun). Saat itu, ia hendak membersihkan kamar sekitar pukul 09.00 WITA.
“Pada lehernya terikat tali charger handphone yang tergantung pada pegangan almari pakaian,” kata Ika.
Achmad kemudian langsung melaporkannya ke polisi. Setelah olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sebuah surat wasiat.
“Isinya permintaan maaf atas semua kejadian ini, alasan korban gantung diri dikarenakan uangnya telah hilang dan pacarnya meninggalkannya dan dia tidak mau kembali, serta semua barang yang dimilikinya diberikan kepada pak Wayan Werka (pemilik penginapan) dan permintaan korban agar menghubungi konsulatnya,” kata dia.
Wayan Werka mengatakan Reinoud telah menyewa sebuah kamar selama satu minggu. Kepada Werka, Reinoud sempat memberitahu sedang menjalani perawatan sakit paru-paru di RS Siloam, Bali.
“Kami duga korban mengalami depresi dengan bukti ditemukannya surat wasiat dengan tulisan tangan korban yang intinya, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Memberikan segala miliknya kepada Pak Wayan Werka dan agar menghubungi pihak konsulatnya,” kata Ika.
—————————
Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.
Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email [email protected] dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.
KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close