Kriminal

Diduga Menteri Rini Disadap, Keamanan Komunikasi Pejabat Dipertanyakan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pendiri Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama D. Persadha, mempertanyakan keamanan komunikasi setingkat menteri yang ternyata bisa bocor.

“Untuk mengetahui bahwa rekaman pembicaraan itu hasil sadapan atau tidak, ada tahapan yang harus dilalui,” kata Pratama, Minggu (29/4/2018).

Pratama dimintai pendapat terkait munculnya dugaan rekaman percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PT PLN Sofyan Basir.

Pratama menambahkan, dalam ilmu forensik audio, rekaman suara itu harus dibersihkan dari noise atau suara gangguan.

”Setelah bersih dari noise, maka akan dapat diketahui bahwa rekaman itu hasil penyadapan di dalam ruangan atau penyadapan telepon,” terangnya.

Namun, bila dipelajari sepintas, kemungkinan besar rekaman pembicaraan tersebut merupakan penyadapan telepon. Namun, hal tersebut hanya merupakan dugaan. ”Untuk pastinya harus menempuh kajian laboratorium forensik,” katanya.

Tidak hanya soal penyadapan, dalam laboratorium forensik ini juga bisa menentukan keaslian suara tersebut.

Menurutnya, dengan kemajuan teknologi saat ini dapat dengan mudah membuat suara menyerupai seseorang.

”Jangankan suara, video saja bisa dipalsukan,” katanya.

Banyak software seperti Gnumerik dan lainnya yang bisa mengetahui keaslian dari suara. Tentunya dengan membandingkan suara rekaman dengan suara yang diyakini miliki orang yang dituju.

”Nanti hasilnya bisa beberapa, seperti meragukan atau bukan suara orang yang dituju atau malah memang asli,” katanya.

Namun, dalam kasus ini menjadi mencuat soal sisi keamanan dari komunikasi seorang pejabat. Dia menuturkan, seharusnya menteri dan pejabat lainnya memiliki alat komunikasi yang terenkripsi.

Sehingga, komunikasinya bisa aman dari penyadapan. ”Namun, bukan berarti penggunaan enkripsi ini menghindari penegak hukum terkait kasus korupsi,” jelasnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close