Hukum

Diduga Hina NU, Gus Nur Siap Disidangkan

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Tersangka Sugi Nur Raharja alias Gus Nur akan segera diadili setelah berkas perkaranya dilimpahkan penyidik Polda Jatim ke Kejari Surabaya. Dengan dikirimnya terdakwa dan berkas perkara maka penyidikan terhadap tersangka telah rampung dan segera disidangkan.

Kasi penerangan hukum Kejati Jatim, Ricard Marpaung menyatakan pihaknya telah menerima berkas perkara dan tersangka

“Kami sudah menerima tersangka dan barang bukt dari penyidik sesuai dengan surat yang ada atas nama tersangka Sugi Nur Raharja,” kata Ricard, Selasa (19/2/2019).

Tersangka Sugi diserahkan ke Kejari Surabaya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara Surabaya selama 30 menit. Setelah dinyatakan sehat, Sugi dibawa ke kejaksaan. Di Kejari Surabaya, Sugi menjalani pemeriksaan adminsitrasi selama 30 menit. Dia yang didampingi pengacaranya, Andry Ermawan lalu pulang.

Sugi selama penyidikan di Polda maupun saat dilimpahkan ke kejari tidak ditahan karena pasal yang disangkakan ancaman hukumannya kurang dari lima tahun. Tersangka dianggap melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 tahun tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ketua tim pengacara, Andry Ermawan menyatakan bahwa Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 tahun tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik tidak sesuai dengan perbuatan pria yang menyebut dirinya dengan nama Gus Nur tersebut.

Andry beralasan bahwa kliennya hanya mengomentari unggahan di media sosial Facebook saja. Saat itu, Sugi melihat unggahan di grup Pemuda NU yang merilis daftar nama ulama radikal. Salah satunya Gus Nur yang berada di urutan dua. Merasa tidak terima disebut ulama radikal, Sugi kemudian mengomentarinya dengan kalimat yang dianggap tidak pantas.

“Gus Nur tidak terima dikatakan ulama radikal lalu mengcounter postingan tersebut. Mungkin ada yang beliau ucapkan pakai bahasa Jawa Timuran menyinggung pelapor,” kata Andry.

Dia juga mempertanyakan kapasitas Moh. Ma’ruf sebagai pelapor yang mengatasnamakan Forum Pembela Kader Muda NU. Menurut dia, kapasitas Ma’ruf saat melaporkan Gus Nur tidak jelas, apakah mewakili ormas NU atau atas nama pribadi. Dia menyesalkan ketika kemudian laporan itu ditindaklanjuti penyidik sampai kini dinyatakan P-21 atau berkas lengkap dan siap disidangkan.

“Ini yang kami permasalahkan selama penyidikan. Tapi polisi tetap memproses perkara Gus Nur sampai lanjut P-21 di kejaksaan,” ungkapnya.

Meski demikian, Andry tetap menghormati proses hukum yang kini sedang dijalani Gus Nur. Dia akan mendampingi kliennya tersebut sampai proses persidangan. Andry meyakini ketika nanti dalam persidangan Gus Nur tidak bersalah sesuai pasal yang didakwakan.

“Kami akan buktikan di pengadilan kalau Gua Nur tidak bersalah,” katanya.

Gus Nur sebelumnya dilaporkan ke Polda Jatim karena diduga telah menghina ormas NU. Dia diduga telah menghina NU dan Banser melalui video berdurasi 26 detik yang diunggah di media sosial. (gas) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Meski demikian, Barung menyatakan Polda akan siap membantu bila kejaksaan membutuhkan bantuan untuk pengawalan tersangka, terutama ketika nanti sudah disidangkan di PN.

Polda Jatim sebelumnya menetapkan Sugi sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik. Tokoh ormas Front Pembela Islam (FPI) ini diduga telah menghina ormas Nahdatul Ulama (NU) dalam ceramah yang direkam di video dan tersebar di media sosial.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close