Didera Skandal Pemerkosaan, Pejabat BPJS TK Syafri Adnan Mundur

Didera Skandal Pemerkosaan, Pejabat BPJS TK Syafri Adnan Mundur

JAKARTA, SENAYANPOST.com –
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (TK) Syafri Adnan Baharuddin menyatakan mundur dari jabatannya lantaran tersangkut skandal pemerkosaan dengan staf perempuannya.

“Dengan ini saya mundur dari dewan pengawas. Surat sedang diajukan untuk sampai kepada presiden, Kemenkeu, Kemnaker, ketua BPJS, sedang diusahakan sampai,” kata Syafri saat jumpa pers di Jakarta Minggu (30/12).

“Tuduhan yang diberikan pada saya tidak benar, dan fitnah keji. Dua, saya sekarang menempuh hukum,” ujarnya.

Syafri sangat menyesalkan tuduhan bawahannya yang mengaku diperkosa. Ia menilai hal tersebut baiknya diselesaikan secara hukum, bukan diungkap ke publik sehingga menjadi konsumsi semua orang.

“Masalah yang dituduhkan ini adalah masalah hukum, kami sangat sedih dimunculkan kepada publik secara press conference,” ucapnya.

Sebelumnya, seorang perempuan berusia 27 tahun mengaku telah mengalami kejahatan seksual berupa pemerkosaan dan pelecehan yang dilakukan oleh seorang anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (TK) berinisial SAB.

Pelecehan itu dialaminya selama dua tahun lamanya sejak 23 September 2016 hingga 16 Juni 2018.

“Selama lebih dari dua tahun saya kehilangan kepercayaan akan niat baik manusia. Saya adalah korban kejahatan seksual yang dilakukan atasan saya di Dewan Pengawas BPJS TK,” ungkap korban dalam jumpa pers di Kantor SMRC, Cikini, Jakarta, Jumat (28/12).

Pengakuan tersebut disampaikan RA ditemani Ade Armando sebagai pendamping advokasi di Kantor SMRC, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (28/12) lalu.