PolitikTak Berkategori

Diaz Hendropriyono Siap Bawa PKPI jadi Partai Besar

JAKARTASENAYANPOST.com – Diaz Faisal Malik Hendropriyono telah terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PKPI di Wisma Sekar Wijaya Kusuma, Jakarta Timur, 13-14 Mei 2018.

Pada saat pidato politik di acara penutupan KLB PKPI, Senin (14/5/2018), yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Diaz menegaskan dirinya siap menjalankan amanat yang dipercayakan oleh para kader dan senior PKPI untuk membawa PKPI menjadi partai besar.

PKPI, lanjut Diaz, menolak praktik diktator mayoritas maupun tirani minoritas. PKPI berkomitmen untuk terus menjaga keberagaman dan mendorong perkembangan toleransi dalam masyarakat.

“PKPI mengutuk keras aksi terorisme yang dilakukan oleh siapa pun, di mana pun, atas alasan apapun juga. PKPI selalu berada di belakang Bapak Presiden di dalam memberantas terorisme,” tandas Diaz.

Kepemimpinan Diaz Hendropriyono sebagai Ketua Umum  DPN PKPI disambut antusiasme banyak pihak, terutama pengurus dan kader PKPI di berbagai daerah. Diaz diyakini mampu mewujudkan visinya menjadikan PKPI sebagai partai besar, sebagaimana disampaikan dalam pidato politiknya.

Berikut Senayanpost kutip lengkap pidato politik Diaz Faisal Malik Hendropriyono, PhD, Ketua Umum DPN PKP Indonesia 2018-2024:

PKP Indonesia…

Bergerak, Maju, Menang…

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang Terhormat

Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo

Bapak Ketua DPR RI, Bapak Bambang Soesatyo

Bapak Sekretaris Kabinet, Bapak Pramono Anung

Bapak Menteri Pertanian, Bapak Amran

Pendiri PKPI, Bapak Try Sutrisno

Ketua Umum PKPI 2016-2018, Bapak AM Hendropriyono

Para pimpinan PKPI di tingkat nasional dan provinsi

Para Perwakilan dari Parpol sahabat

Para Perwakilan Duta Besar

Para Kader yang saya banggakan

Dan para tamu undangan yang saya hormati

Perkenankan saya untuk membuka pidato ini dengan mengucapkan duka cita yang mendalam atas peristiwa di Mako Brimob dan di Surabaya. Semoga para korban yang tidak berdosa di Depok dan di Surabaya diberikan tempat yang baik oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saya ingin menghaturkan rasa terimakasih yang mendalam atas mandat yang diberikan oleh seluruh pimpinan PKPI, khususnya kepada Bapak Try Sutrisno yang menaruh kepercayaan yang begitu besar kepada diri saya secara pribadi. Insya Allah saya nyatakan SIAP untuk membawa partai ini menjadi partai yang lebih besar.

Memimpin PKPI bukanlah hal yang mudah, berbagai masalah telah dilalui sejak partai ini berdiri. Namun dengan kesungguhan, ketabahan dan kesetiaan para kader terhadap partai ini, PKPI akhirnya diberikan kesempatan dan dinyatakan lolos untuk menjadi peserta Pemilu 2019.

Apresiasi juga kita berikan kepada PTUN yang telah memberikan keadilan kepada PKPI. Serta (apresiasi juga kita berikan kepada) KPU dan Bawaslu yang telah menerima dan menjalankan putusan tersebut.

PKPI bukanlah partai baru. Saat ini PKPI sudah berumur 19 tahun. Sebagai partai yang sedang beranjak dewasa, PKPI akan memiliki kewajiban yang lebih besar, tanggung jawab yang lebih berat dan tantangan yang lebih dinamis.

Kita juga harus jeli melihat perkembangan yang terjadi di Indonesia dan di dunia saat ini. PKPI harus mengerti, bahwa dunia ini sedang mengalami perubahan yang begitu pesat. Khususnya karena perkembangan tehnologi yang mempengaruhi semua lini kehidupan. Baik kehidupan kebangsaan maupun kehidupan secara individu.

Beberapa dekade yang lalu industri ekstraktif menjadi penopang perekonomian suatu negara. Tapi sekarang, suatu negara tidak akan maju tanpa ditopang oleh ide dan inovasi yang berkelanjutan.

Melakukan perubahan internal partai untuk mengikuti perubahan yang terjadi di dunia, bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan cepat. Bahwasanya mengikuti perkembangan dunia bukanlah sebuah pilihan bagi kita semua, namun merupakan keharusan, kewajiban dan keniscayaan.

Dan yang terpenting, bahwasanya kita harus bisa melakukan perubahan agar tidak tertinggal oleh bangsa-bangsa lain, sesuai dengan pemikiran dari Presiden Joko Widodo, seorang pemimpin yang kita banggakan; seseorang yang mampu menjaga keberagaman di tengah ancaman polarisasi elemen bangsa; seseorang yang mampu membangun kesatuan negara dengan membangun konektivitas antar pulau; seseorang yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan berbagai program jaminan sosial; seseorang yang berani melakukan reformasi birokrasi secara konsisten; seseorang yang mampu mengurangi ketimpangan Barat dan Timur; seseorang yang mampu membangun kepercayaan investasi dunia terhadap Indonesia; dan yang terpenting, seseorang yang mampu membawa perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Namun perubahan itu jangan sekali-kali melupakan akar budaya, adat istiadat dan agama. Perubahan itu jangan sekali-kali melupakan akar ideologi kita. Perubahan itu jangan sekali-kali melupakan sejarah berdirinya PKPI dan nilai perjuangan PKPI.

Seperti yang sudah diutarakan oleh Ketua Umum PKPI 2016-2018, Bapak AM Hendropriyono, bahwa PKPI memiliki empat platform dasar yang mengandung nilai untuk menyusun perjuangan PKPI. Yaitu, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tungal Ika, dan NKRI.

Pertama, Pancasila. PKPI dengan keras menentang pihak mana pun, organisasi mana pun yang tidak berideologikan Pancasila. PKPI percaya bahwa keadilan sosial hanya bisa dibangun dengan asas gotong royong.

Kedua, UUD 1945. PKPI percaya akan perlindungan dan kebebasan hak asasi manusia. PKPI mendukung Presiden dan Wakil Presiden dalam menegakkan kewibawaan sebagai kepala negara, kepala pemerintahan dan pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

Ketiga, Bhinneka Tunggal Ika. PKPI menolak praktik diktator mayoritas maupun tirani minoritas. PKPI berkomitmen untuk terus menjaga keberagaman dan mendorong perkembangan toleransi dalam masyarakat. PKPI mengutuk keras aksi terorisme yang dilakukan oleh siapa pun, di mana pun, atas alasan apapun juga. PKPI selalu berada di belakang Bapak Presiden di dalam memberantas terorisme.

Keempat, NKRI. PKPI menentang setiap bentuk usaha disintegrasi bangsa, sehingga tercapai kekuatan, agar bangsa ini bisa berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

PKPI juga menolak pesimisme bahwa Indonesia akan bubar, dan berkeyakinan bahwa Indonesia akan terus raya sampai akhir dunia. Di sini terlihat adanya kesamaan pemikiran dan keselarasan tujuan antara tokoh-tokoh PKPI, antara lain Bapak Eddy Sudrajat, Bapak Try Sutrisno, dan Bapak AM Hendropriyono, dengan Bapak Presiden Jokowi, untuk terus menjaga Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi, jiwa dan marwah bangsa.

Bagi saya, tanggal 14 Mei merupakan tanggal yang bersejarah. Perlu diketahui, pada tanggal 14 Mei tahun 2014, semoga Pak Jokowi masih ingat, Pak Jokowi menghadiri deklarasi gerakan relawan yang saya dan beberapa kawan bentuk, yaitu KAWAN JOKOWI. Kehadiran beliau memberikan energi bagi KAWAN JOKOWI untuk berkembang pesat ke seluruh Indonesia. Dan saya yakin, hari ini di tanggal yang sama, 14 Mei 2018, empat tahun kemudian, kehadiran Pak Jokowi di tengah-tengah kita akan memberikan energi yang lebih besar bagi PKPI, agar partai ini bisa mengirimkan kader-kader terbaik untuk duduk di kursi DPR RI.

Perlu saya tambahkan, pengalaman saya mendukung Pak Jokowi sejak Pilkada Gubernur 2012, Pilpres 2014, dan saat ini Pilpres 2019, memberi keyakinan bahwa mendukung Pak Jokowi adalah keputusan yang tepat. Bukan saja untuk saya pribadi tetapi untuk seluruh bangsa Indonesia.

Dengan ini saya ingin menegaskan bahwa dengan segala daya yang kita miliki, serta dengan memohon restu dari Allah SWT, seluruh kader PKPI dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, siap bekerja keras untuk memenangi Pemilu 2019.

Seluruh kader PKPI siap untuk KERJA, KERJA, KERJA, memenangkan Bapak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia 2019-2024.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu melindungi PKPI agar dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia.

PKP Indonesia…

Bergerak, Maju, Menang…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(AF)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close