Infotainment

Diana Tabrani Mencuat di Tengah Perceraian UAS

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ustaz Abdul Somad (UAS) telah bercerai dengan mantan istrinya, Mellya Juniarti, sejak 3 Desember 2019. UAS menggugat cerai Melly ke Pengadilan Agama Bangkinang pada 12 Juli 2019.

Pengacara UAS, Hasan Basri, menyebut, sebagai kepala rumah tangga, UAS sudah berusaha mendidik Mellya Juniarti, namun tetap tidak berhasil dan tidak berubah.

Dikutip dari kumparan, UAS juga telah melakukan tahapan-tahapan sesuai ajaran syariat Islam. Nasihat, pisah ranjang, musyawarah, dan konsultasi keluarga. Hingga akhirnya langkah perceraian mantap dilakukan.

Tapi penjelasan UAS itu rupanya tak berhenti memunculkan isu-isu liar di publik. Ditambah lagi Melly mengunggah postingan video ceramah UAS tentang nikah siri di akun instagram. Dugaan-dugaan publik bermunculan.

Di media sosial, isu semakin liar. Dan entah bagaimana, tiba-tiba saja mencuat nama Diana Tabrani di tengah isu perceraian UAS ini.

Apa benar ada hubungan khusus antara Diana Tabrani dan UAS seperti diisukan di publik? Belum bisa dipastikan, isu-isu liar di media sosial sulit dipertanggungjawabkan.

Saat dicoba konfirmasi ke Diana Tabrani pada Minggu (8/12) malam, dia langsung memutus telepon.

Isu perceraian UAS sebenarnya sudah mulai dilupakan publik. Tapi kemudian menghangat lagi ketika Melly mengunggah sejumlah postingan di instagramnya.

Melly membagikan video UAS dalam video berdurasi hampir satu menit. Dalam video itu, UAS meminta jemaahnya untuk tidak menerima ajakan nikah siri –pernikahan yang tidak dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

“Jangan mau nikah siri. Karena kalau mau nikah siri, nanti kalau kau cerai tidak bisa menuntut karena tidak ada hitam di atas putih. Yang sudah terjadi apa boleh buat, tahi kambing bulat-bulat, apa boleh buat, hanya bisa melapor kepada pengadilan agama, dibuatkan akad nikah baru,” kata UAS.

“…Dibuat akad baru supaya ada suratnya, kalau enggak ada suratnya, jangan mau, anak-anak gadis, jangan mau nikah siri, karena kalian nanti tidak bisa menuntut nafkah, kalau ditinggalkan sampai mati, enggak bisa menggugat cerai, kalian enggak bisa pergi ke pengadilan,” sambung UAS.

Melly pun membubuhkan caption yang masih berhubungan dengan unggahannya itu. Melly menyinggung soal terzalimi, larangan hak bicara, hingga radikalisasi.

“Bismillah, Masyaallah, tabarakallah. Bersabarlah hati takkan lama lagi. Dua tahun bukan waktu sebentar untuk menanti, dan ucapan tahniah pun mengiringi bertubi dari pencinta sejati, tanpa memikirkan hati yang tersakiti, dia yang terzalimi dibilang provokasi, sekalian saja bilang radikalisasi, ketika hak berbicara pun dilarang setelah ada klarifikasi. Untukmu hati yang berada diseberang negeri,” tutur Melly.

Pada slide kedua, Melly juga membagikan tulisan dalam bahasa inggris, “In just a few more days, the long overdue matter will be official, may allah keep our bond solid and strong, officially till jannah,”

“Slide 2, kutipan hati di bio seorang yang ingin menjadi permaisuri yang menyalahkan wanita yang tak bisa dididik ini,” kata Melly.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close