Di Hari Pertama PSBB, 3.022 Warga Jakarta Tak Gunakan Masker

Di Hari Pertama PSBB, 3.022 Warga Jakarta Tak Gunakan Masker
Ilustrasi Operasi masker oleh polisi. (foto inews)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pada hari pertama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Senin (14/9/2020), Pemprov Jakarta mengamankan 3.022 warga yang tak memakai masker. Sebagian besar diberikan sanksi sosial.

Data itu disampaikan Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, Selasa (15/9/2020). Sebanyak 2.868 pelanggar diberi sanksi membersihkan fasilitas umum dan sisanya memilih bayar denda Rp250.000.

"Sebanyak 2.868 orang pelanggar disuruh membersihkan fasilitas umum untuk melunasi kesalahan mereka. Sedangkan 154 orang sisanya membayar denda Rp250.000," kata Arifin di Balai Kota Jakarta.

Namun Arifin menegaskan jumlah pelanggar yang tak pakai masker lebih kecil dibanding masyarakat yang patuh. Dia berharap kesadaran menggunakan masker untuk mencegah covid-19 meningkat.

Sosialisasi penggunaan masker telah dilakukan Pemprov Jakarta sejak awal Maret 2020. Arifin mengatakan razia masker akan terus dilakukan selama PSBB.

"Kami akan terus mengawasi dengan ketat PSBB ini," ucapnya.

Jakarta menerapkan kembali PSBB untuk menekan kasus positif covid-19 yang melonjak di ibu kota. Melonjaknya kasus diketahui membuat ketersediaan ruangan perawatan pasien covid-19 terus mendekati ambang batas.

Pemprov Jakarta menerapkan denda progresif bagi warga yang tidak menggunakan masker yaitu kerja sosial satu jam atau denda Rp250.000 jika sekali melanggar. Jika melanggar dua kali akan diberi sanksi kerja sosial dua jam atau denda Rp500.000.

Pada pelanggaran ketiga warga yang bersangkutan akan diberi sanksi sosial tiga jam atau denda Rp750.000. Pelanggaran keempat dan seterusnya akan diberi sanksi kerja sosial empat jam atau denda Rp1 juta.