Nasional

Di Hadapan Presiden, Ketum PPP Bicara RUU Anti Minuman Beralkohol

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Wakil pemerintah diminta menunjukkan keseriusannya melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Anti Minuman Beralkohol.

“Berkaitan dengan RUU Anti Minuman Beralkohol, kami mohon wakil pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan, bersedia menunjukkan keseriusan dengan melanjutkan pembahasan naskah RUU,” kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dalam pembukaan Rapimnas III PPP yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Kamis (27/9/2018).

RUU tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak sampai dihentikan. Karena akan mengirimkan sinyal buruk terhadap kehidupan beragama, khususnya umat Islam yang secara tegas mengharamkan minuman keras.

Seusai Romahurmuziy mengutarakan permintaan itu, tampak Presiden Jokowi bertepuk tangan dari kursi tempatnya duduk.

Selain soal RUU soal miras, Romahurmuziy juga menyampaikan aspirasi Forum Komunikasi Penyuluh Agama, terkait janji Presiden pada tanggal 14 April 2018 di Semarang untuk meningkatkan honor penyuluh agama yang saat ini hanya sebesar Rp500 ribu per bulan.

“Jika anggaran negara 2019 belum mampu melipatduakan menjadi Rp1 juta per bulan, setidaknya ada kenaikan meski hanya menjadi Rp750ribu per bulan, karena total kebutuhan tambahan untuk 45 ribu orang penyuluh hanya Rp135 miliar,” ujar Romahurmuziy.

PPP juga meneruskan aspirasi dari Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (APKORI) dan Asosiasi Magister Keolahragaan Indonesia (AMKORI), soal anggaran kesehatan di Indonesia yang tercatat melonjak tajam dengan melesatnya defisit BPJS Kesehatan, karena rendahnya anggaran kebugaran. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close