Parlemen

Di DPR 10 Capim KPK akan Buat Makalah Anti Korupsi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Komisi III DPR akan memulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( Capim KPK) periode 2019-2023. Namun, terlebih dahulu bertemu dengan panitia seleksi (Pansel) Capim KPK yang dipimpin oleh Yenti Garnasih.

Pertemuan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (9/9/2019) pada pukul 14.00 Wib siang ini. Dimana ke 10 capim KPK terpilih tersebut akan membuat makalah yang menjadi bagian dari tahapan uji kelayakan tersebut.

“Kalau KPK dan pegawai menolak revisi itu, biasa, kan demokrasi. Tapi, kenapa Saut Sitomorang meminta menaikkan anggaran KPK? Ini kan aneh,” tegas anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani, Senin (9/9/2019).

Berdasarkan jadwal, pada pukul 14.00 WIB Komisi III akan mengundang 10 Capim KPK untuk membuat makalah yang menjadi bagian dari tahapan fit and proper test.

Sebelum memulai uji kelayakan tersebut Komisi III DPR bertemu dengan Pansel Capim KPK pada pukul 10.00 WIB.
Dalam pertemuan ini, Komisi III DPR mendengar penjelasan pansel terkait hasil asesmen capim KPK.

Sementara itu ke 10 Capim KPK yang akan mengikuti fit and proper test tersebut adalah : 1. Alexander Marwata, (Komisioner KPK), 2. Firli Bahuri (Anggota Polri), 3. I Nyoman Wara (Auditor BPK), 4. Johanis Tanak (Jaksa), 5. Lili Pintauli Siregar (Advokat), 6. Luthfi Jayadi Kurnaiwan (Dosen), 7. Nawawi Pomolango (Hakim), 8. Nurul Ghufron (Dosen), 9. Roby Arya Brata (PNS Sekretariat Kabinet), dan 10. Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).
Sedangkan ada 14 topik makalah terkait dengan visi dan strategi pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi 2019 – 20124 meliputi:

1. Perbaikan dan peningkatan tata kelola organisasi sumber daya manusia (SDM) KPK yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta sistem pengawasan terhadap akuntabilitas dan profesionalisme internal pegawai KPK.
2. Penguatan kebijakan internal dan pemanfaatan sistem elektronik dan teknologi dalam peningkatan akuntabilitas di bidang penegakan hukum yang sesuai dengan hukum acara pidana dan tata administrasi yang baik.
3. Pemncegahan dan pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam (SDA), keuangan dan sumber penerimaan negara lainnya.
4. Peran KPK dalam penguatan aparat penegak hukum di bidang penegakan hukum secara efektif, sinergis, dan profesional melalui kerjasama serta koordinasi dan supervisi.
5. Fokus KPK dalam penguatan arah kebijakan dan implementasi program anti korupsi untuk pengembalian dan pemulihan keuangan negara.
6. Peran KPK dalam melaksanakan monitoring dan percepatan upaya reforamsi di sistem pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintah untuk menciptakan sistem pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
7. Penyelesaian utang perkara yang besar dan menarik perhatian masyarakat di KPK secara menyeluruh dalam rangka pengembalian aset negara serta menimbulkan efek jera.
8. Inovasi dan strategi pencegahan korupsi bersama seluruh pihak secara sinergi dan efektif dalam menciptakan reformasi budaya koruptif dan pengenalan resiko korupsi di Indonesia.
9. Efektifitas strategi nasional pencegahan korupsi di sektor keuangan negara, perizinan dan tata niaga dan penegakan hukum dan reformasi birokrasi dari pendekatan dampak dan capaian target program anti korupsi KPK.
10. Pola implementasi tugas dan wewenang KPK yang sesuai dengan asas kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas.
11. Penguatan peran sektor dan korporasi dalam membantu menciptakan budaya dan pendidikan anti korupsi.
12. Evaluasi penindakan KPK: ketergantungan KPK pada operasi tangkap tangan (OTT) dan kesulitan pengunkapan perkara secara menyeluruh.
13. Kewenangan pemberian SP3 (surat perintah penghentian penyelidikan) sebagai bentuk perwujudan asas keseimbangan, profesionalisme, keadilan, dan kepastian hukum dalam penegakan hukum.
14. Pentingnya pengawasan pelaksanaan kewenangan dan etik seluruh pegawai termasuk pada upaya paksa dan penyadapan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. (WS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close