Desain Pusat Kota di Dunia Diprediksi Berubah Siginifikan Imbas Pandemi Corona

Desain Pusat Kota di Dunia Diprediksi Berubah Siginifikan Imbas Pandemi Corona

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sejumlah pakar menilai pandemi corona Covid-19 akan berdampak pada perubahan besar-besaran pusat kota dan bisnis di seluruh dunia. Hal ini karena rang-orang dipaksa bekerja dari rumah mereka masing-masing.

Dengan lebih dari 18 juta orang dilaporkan terinfeksi secara global, penguncian untuk membendung penyebaran virus itu di kota-kota besar telah memaksa jutaan orang untuk bekerja dari rumah. Banyak yang mungkin tidak pernah kembali bekerja penuh waktu di kantor.

Twitter mengatakan, beberapa karyawannya dapat bekerja dari rumah “selamanya”, sementara karyawan Google dan Facebook dapat bekerja dari jarak jauh hingga tahun depan. Bank-bank besar telah mengindikasikan bahwa mereka mungkin tidak sepenuhnya menempati menara kantor mereka di London dan Manhattan.

“Setelah Covid-19, lanskap kota mungkin melihat perubahan, ketika orang dan organisasi merangkul cara hidup baru,” kata Ethan Hsu, kepala perusahaan real estat Knight Frank di Singapura.

“Mungkin ada perubahan radikal dalam cara kota dan kawasan bisnis dirancang untuk norma yang dimodifikasi, yang dapat mencakup pengurangan jejak kantor fisik,” sambungnya, seperti dilansir Japan Today.

Menurut PBB, lebih dari dua pertiga populasi global diperkirakan akan hidup di daerah perkotaan pada tahun 2050, naik dari 56% dari saat ini. Pandemi mungkin menyebabkan perubahan besar dalam perencanaan dan infrastruktur kota, termasuk sistem pembuangan limbah dan angkutan umum, serta peraturan perumahan.

Kota-kota dari Amsterdam ke Sydney telah meluncurkan langkah-langkah untuk meningkatkan keberlanjutan, keamanan pangan dan mobilitas, dengan lebih banyak ruang hijau, trotoar yang lebih luas, jalur sepeda dan teknologi baru untuk memastikan jarak sosial.