Deretan Merek Ternama Dunia yang Terkapar Akibat Corona

Deretan Merek Ternama Dunia yang Terkapar Akibat Corona
Ilustrasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pandemi Covid-19 telah mengoyak berbagai aspek kehidupan dunia. Perusahaan atau merek besar yang telah memiliki nama di kancah global tak luput dari pandemi yang menjangkiti dunia ini.

Perusahaan-perusahaan besar dunia sangat terpukul. Mulai dari menanggung kerugian besar, terpaksa melakukan PHK karyawan hingga menutup operasional bisnisnya.

Melansir liputan6 yang mengutip dari berbagai sumber, berikut 10 merek terkenal yang terpukul Covid-19. 

1. Victoria's Secret

Bulan Mei lalu, merek yang terkenal dengan parfum dan pakaian wanita ini mengumumkan bahwa akan menutup 251 toko yang berada di AS dan Kanada.

Menurut data, penjualan Victoria's Secret menurun 46 persen pada kuartal pertama tahun ini dan akan melakukan pemangkasan karyawan sekitar 15 persen.

 2. Zara

Perusahaan induk Zara yang memiliki beberapa merek dibawahnya akan menutup 1.200 toko secara global selama dua tahun ke depan. Rencananya Zara akan beralih ke platform e-commerce untuk melakukan penjualan kembali.

3. Chanel

Chanel mengumumkan akan menghentikan produksinya akibat pandemi virus corona. Rumah mode Prancis, Chanel pun memutuskan untuk menutup pabriknya di Prancis, Italia, dan Swiss selama beberapa waktu.

4. Nike

Merek olahraga terkenal ini mengalami kerugian sekitar USD 790 juta pada kuartal kedua tahun 2020 ini. Perusahaan juga melakukan PHK tahap dua terhadap karyawannya untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang. Bahkan menutup 90 persen toko selama beberapa waktu ke depan di Amerika Utara.

5. Starbucks

Pada Juni lalu, Starbucks mengumumkan akan menutup 400 toko nya yang telah beroperasi selama ini. Pihaknya mengatakan bahwa akan membukanya kembali setelah pandemi virus corona mereda dengan waktu yang belum ditentukan.

6. Mcdonalds

Ketidakpastian ekonomi akibat virus corona membuat Mcdonalds menawarkan beberapa pewaralaba penangguhan sewa karena beberapa restorannya tutup. Beberapa restoran yang masih buka sangat dibatasi jam operasionalnya. Untuk di Italia dan Spanyol, Mcdonalds menutup semua restorannya.

7. Pizza Hut

Perusahaan pizza yang menjamur di seluruh dunia ini akan menutup 300 tokonya karena pemasukan yang dirasa menurun buruk. Hal tersebut juga salah satu cara Pizza Hut untuk menutup beban utangnya sekitar USD 1 miliar.

8. Nissan

Pandemi Covid-19 membuat salah satu industri otomotif ini menutup pabrik produksinya, melakukan PHK staf, dan pengurangan nomor model.

CEO Makota Uchida mengumumkan bahwa perusahaan telah merugi sebesar USD 6,2 miliar dimana merupakan kerugian terbesar dalam satu dekade ini. Perusahaan melaporkan bahwa akan menutup pabrik Nissan yang berlokasi di Spanyol dan Indonesia.

9. Rolex

Merek jam tangan mewah paling ikonik di Swiss ini mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan proses produksinya.

Harga arloji yang termasuk paling mahal di dunia ini sampai mengadakan pelelangan untuk menunjang kerugiannya akibat virus corona. Mereka menutup lokasi produksi yang berada di Jenewa, Bienne, dan Crissier.

10. Forever21

Bulan September lalu merek baju Forever21 mengumumkan rencananya untuk menutup ratusan toko yang tersebar di seluruh dunia. Hal itu dilakukan demi menopang masa depan perusahaan. Rencananya mereka akan menarik toko nya di 40 negara yang sebelumnya beroperasi.