Terorisme

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Sukoharjo

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Sukoharjo, selain terduga teroris lain di Kota Solo.

Keduanya berinisial Im (35 tahun), penghuni rumah kontrakan di Jatiarum RT 2/RW 11, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, dan BK (30 tahun), penghuni rumah kontrakan di wilayah Gondang RT 01/RW 01, Desa Siwal, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Im ditangkap, Minggu (17/11/2019) malam, di pinggir jalan usai salat isya di masjid dekat kontrakannya. Saat ditangkap, Im sedang bersama anaknya.

“Setelah selesai salat dan berjalan menuju rumah, ada mobil mendekati dan langsung membawanya,” kata Ahmad Sutrisna (45), Ketua RT 02/RW 11 Jatiarum, Senin (18/11/2019).

Setelah penangkapan, selang tak berapa lama Polisi melakukan penggeledahan di rumah yang ditinggali Im. Dari penggeledahan, polisi mengamankan satu laptop dan flashdisk, serta HP.

Sementara itu, BK, satu terduga teroris lainnya ditangkap Densus 88 di depan SDN 1 Manang, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Senin (18/11/2019) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, BK yang naik sepeda motor dipepet mobil. BK kemudian dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa pergi. Sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB, Densus 88 dan jajaran Polres Sukoharjo menggeledah rumah kontrakan yang dihuni BK.

Ketua RT 01 RW 01 Gondang, Mulyono mengatakan, BK merupakan warga Singosaren, Solo. Ia bersama istri tinggal di wilayah Gondang sejak 1,5 tahun lalu.

“Saat pertama datang, mereka merupakan pasangan pengantin baru. Kemudian baru memiliki anak belum lama ini,” kata Mulyono.

Selama tinggal, pasangan suami istri itu dinilai tertutup dan belum pernah mengikuti pertemuan dengan warga. Dalam keseharian, BK bekerja sebagai pedagang makanan ringan. Setiap pagi dan sore, selalu berjualan makanan keliling dengan memakai motor.

Sementara dalam penggeledahan, polisi mengamankan dua HP mati berikut kardus ponsel, kartu keluarga, dan KTP.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya enggan berkomentar terkait penangkapan dua terduga teroris di wilayahnya.

“Mohon maaf saya tidak bisa jawab itu,” kata Yoga Sanjaya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close