Politik

Demokrat Berharap Jokowi Tak Melawan Kotak Kosong

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan jika Demokrat masih terus membaca, mengitip perkembangan cawapres yang akan dipasangkan dengan Jokowi maupun Prabowo. Demokrat bisa koalisi dengan kedua capres atau membentuk poros ketiga.

“Perkembangan itu kini makin cair, karena salah satu capres yang didukung koalisi parpol belum deklarasi. Kalau sudah ada yang deklarasi, kaolisi itu akan makin konkret,” kata Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Menurut Hinca, kalau pendaftaran paslon capres-cawapres ke KPU di last minute , 9 Agustus, maka kerja-kerja politik akan makin keras.

Namun lanjut Hinca, pihaknya sudah punya pengalaman DKI Jakarta, dimana penetapan pasangan cagub-cawagub AHY – Selvie diputuskan 23 September 2017. Padahal, pada Jumat pukul 00.00 Wib itu sudah penutupan.

“Jadi, saat ini saling intip,” ujarnya.

Selain itu dia berharap, jangan sampai Jokowi melawan kotak kosong. Sebab, kotak kosong bisa menjadi ancaman demokrasi.

“Kasus pilkada kota Makassar harus menjadi pelajaran, sungguh mencederai demokrasi kalau terbukti kotak kosong yang menang,” tambah Hinca.

Demikian pula Pak Jokowi, jangan sampai melawan kotak kosong. Untuk itu, sebelum menentukan koalisi tersebut kata Hinca, Demokrat pada 23 Juli 2018 nanti akan mengumpulkan DPC-DPC Demokrat seluruh Indonesia, guna mendengar suara rakyat dari bawah.

“Setiap DPC akan menyampaikan aspirasinya tentang siapa capres-cawapres yang akan didukung oleh rakyat. Jadi, Demokrat akan mendengar suara dari bawah dulu sebelum menmutuskan koalisi, dan saat ini politiknya masih cair,” sebutnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close