Demi Selamatkan Pasien Covid-19, Seorang Dokter Rela Luka Parah

Demi Selamatkan Pasien Covid-19, Seorang Dokter Rela Luka Parah

BUCHAREST, SENAYANPOST.com - Seorang dokter dipuji sebagai pahlawan setelah diketahui bahwa dia membiarkan dirinya mengalami luka parah dalam kebakaran rumah sakit di Rumania, demi menyelamatkan pasien Covid-19 ke tempat yang aman. 

Dokter yang oleh media lokal disebut Catalin Denciu mengalami luka bakar tingkat 2 dan 3 pada 40 persen bagian tubuhnya. 

Dia dipindahkan ke rumah sakit militer Ratu Astrid Belgia pada Minggu untuk perawatan khusus, seperti yang dilansir dari AFP pada Minggu (15/11/2020).  

"Saya mengungkapkan rasa hormat saya kepada dokter heroik yang menunjukkan keberanian dan semangat pengorbanan khusus dalam mencoba menyelamatkan pasien," kata Perdana Menteri Ludovic Orban kepada media lokal, pujian yang digaungkan oleh serikat dokter dan media lokal. 

Sepuluh orang yang menderita Covid-19 tewas dalam kebakaran pada Sabtu malam (14/11/2020) di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit di kota timur laut Piatra Neamt. 

Dilansir kompas.com, pasien Covid-19 yang tewas terdiri dari 7 pria dan 3 wanita berusia antara 67 hingga 86 tahun, kata rumah sakit itu. Sementara, ada 6 orang lainnya yang terluka parah. 

Jaksa Agung telah membuka penyelidikan atas tragedi itu, sementara kementerian kesehatan menyatakan kebakaran itu mungkin disebabkan oleh korsleting listrik. 

Kebakaran itu mengingatkan kembali pada kebakaran paling mematikan di Rumania sebelumnya, yaitu di klub malam Colectiv Bucharest yang terjadi pada Oktober 2015. 

Dalam tragedi itu terdapat 64 orang tewas, dan memicu pertanyaan-pertanyaan marah tentang bagaimana hal itu bisa terjadi. 

Seorang yang selamat dari bencana Colectiv, Alexandra Furnea, meminta pihak berwenang "untuk melakukan apa yang tidak mereka lakukan untuk kami" dan menunjukkan bahwa pelajaran telah dipetik selama 5 tahun terakhir. 

"Jangan bersembunyi di balik kebohongan demi kepentingan diri sendiri, jangan menyebutkan protokol yang ketinggalan zaman untuk membenarkan kejahatan," tulis Furnea dalam sebuah unggahan di Facebook. 

Media lokal melaporkan bahwa penyelidikan awal menunjukkan sistem keselamatan kebakaran untuk lantai dua gedung, tempat kebakaran terjadi, tidak diperbarui selama 30 tahun. 

Dalam unggahan Facebook lainnya dari sesama korban Colectiv Mihai Grecea menyerukan pengunduran diri Menteri Kesehatan Nelu Tataru. 

Syok dan simpati 

Media lokal juga mengungkap masalah serius dalam manajemen rumah sakit. Fasilitas tersebut memiliki 8 direktur yang berganti-ganti selama setahun terakhir, salah satunya menjabat hanya selama 3 hari pada Mei. 

Kelas politik Rumania bereaksi dengan pernyataan kaget dan simpati kepada para korban kebakaran di rumah sakit. Presiden Klaus Iohannis mengatakan dia "sangat sedih" dengan tragedi itu, yang katanya tragedi itu telah "menyentuh seluruh negeri". 

"Saya berada di pihak semua yang terkena dampak kecelakaan mengerikan ini," kata Iohannis di halaman Facebook-nya. Insiden tersebut mendorong Partai Sosial Demokrat (PSD) kiri-tengah dan partai-partai liberal USR-Plus untuk menunda kampanye pemilihan parlemen pada awal Desember. 

Tragedi kebakaran itu melanda ketika Rumania berjuang untuk mengatasi dampak gelombang kedua pandemi virus corona. Menurut Digi24 TV, rumah sakit sedang mencari tempat penyimpanan sementara untuk jenazah para korban karena kamar jenazah rumah sakit sudah penuh sebelum kebakaran. 

Sebagian besar terhindar dari yang terburuk selama gelombang pertama pandemi, Rumania mengalami peningkatan jumlah infeksi dan rawat inap dalam beberapa bulan terakhir. 

Pada Sabtu, dilaporkan terdapat 129 kematian akibat virus corona baru, sehingga total korban tewas menjadi 8.813. Negara berpenduduk 19 juta itu adalah salah satu yang termiskin di Uni Eropa dengan sistem kesehatan yang buruk dan mengalami kekurangan tenaga kerja, sehingga tidak siap untuk menghadapi lonjakan penerimaan pasien rumah sakit. (Jo)