Demi Pulihkan Ekonomi, Jabar Bentuk Satgas Khusus

Demi Pulihkan Ekonomi, Jabar Bentuk Satgas Khusus

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Untuk menanggulangi dampak pandemi virus corona (Covid-19), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membentuk satuan tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi.

 

Satgas tersebut dibentuk melalui Keputusan Gubernur Nomor 371 Tahun 2020 yang beranggotakan para praktisi dunia usaha, akademisi, serta birokrat.

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar yang resmi ditunjuk ialah Setiawan Wangsaatmaja. Ia juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar.

Sejak dibentuk pada 9 Juli lalu, Satgas telah menggelar 40 kali pertemuan untuk mengatasi kondisi pandemi yang semakin memperburuk dunia usaha. Rencana aksi Satgas dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu upaya penyelamatan, pemulihan, dan penormalan dunia usaha.

Menurut Setiawan, mayoritas ketua pokja meminta supaya pemerintah melakukan intervensi dalam bidang permodalan, pemasaran, dan regulasi.

Setiawan mengatakan, penyelamatan dunia usaha yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 memerlukan intervensi pemerintah, baik dari sisi pembiayaan, kebijakan, dan pemasaran.

Diharapkan, pada akhir Agustus nanti, sudah ada peta jalan (roadmap) untuk penyelamatan, pemulihan, dan penormalan dunia usaha di Jabar.

“Mari kita jadikan krisis sebagai peluang untuk pemulihan ekonomi. Caranya dengan melakukan percepatan dalam penyelamatan, pemulihan, dan penormalan dunia usaha dengan menumbuhkan kepercayaan masyarakat, kolaborasi semua pemangku kepentingan, dan keteladanan,” kata Setiawan, Senin (3/8).

Selain itu, kata Setiawan, program yang dibuat harus fokus pada masalah dengan menetapkan skala prioritas, realistis dan bisa dilaksanakan, serta marketable kepada lembaga keuangan dan investor.

“Kita masih perlu melakukan penyempurnaan, penajaman, dan menetapkan skala prioritas,” ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar Jajat Priatna mengatakan, dunia usaha di Jabar dan juga nasional terguncang parah akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, barang produksi macet, tenaga kerja rusak, pengangguran bertambah, perekonomian terpuruk.

“Perlu segera ada penyelamatan bagi dunia usaha supaya mereka bisa kembali berproduksi. Untuk bisa recovery, maka produksi harus digenjot, daya beli masyarakat harus ditingkatkan, dan keuangan perusahaan harus pulih. Itu semua perlu intervensi pemerintah,” katanya.

Menurut Jajat, usulan intervensi pemerintah ini ada yang sudah dipenuhi dan banyak juga yang belum. Ia berharap rekomendasi yang dibuat oleh Satgas akan bisa terlaksana, sehingga dunia usaha bisa memenuhi kebutuhannya dan ekonomi segera pulih.

“Ada sebelas kelompok kerja dalam satgas pemulihan ekonomi ini dan semua telah membuat rekomendasi. Semoga bisa diaplikasikan,” ucapnya.

Jajat melihat satgas pemulihan ekonomi berperan penting dalam penyelamatan, pemulihan, dan penormalan dunia usaha. Sebab, dalam satgas tersebut, terdapat para praktisi dunia usaha, akademisi, dan birokrasi.

Dengan adanya ketiga komponen ini, Jajat meyakini solusi atas kendala dalam penyelamatan dunia usaha bisa segera ditemukan.