Otomotif

Demi Popularitas Avanza, Daihatsu Rela Penjualan Xenia Anjlok

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Penjualan Xenia yang terus tenggelam selama beberapa bulan terakhir disebut karena mengalah demi memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor Toyota Avanza serta produk lainnya.

Astra Daihatsu Motor (ADM) merupakan produsen Xenia dan Avanza yang dilakukan di pabrik Sunter, Jakarta Utara.

Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra mengatakan fasilitas produksi Daihatsu terbatas sehingga pihaknya harus rela menekan produksi Xenia untuk sementara. Hal ini mempertimbangkan bahwa permintaan produk merek Toyota lebih besar ketimbang Daihatsu.

“Xenia itu sebetulnya karena kapasitas produksi di Sunter yang sangat terbatas,” kata Amelia di sela-sela peluncuran web series Daihatsu di bilangan Jakarta Pusat.

Daihatsu yang mempunyai fasilitas perakitan mobil terbesar di Indonesia dengan kapasitas lebih dari 500 ribu unit per tahun juga menghasilkan banyak produk Toyota. Selain Xenia dan Avanza, Daihatsu juga memproduksi model kembar lainnya yakni Daihatsu Terios/Toyota Rush, Daihatsu Sigra/Toyota Calya, Daihatsu Ayla/Toyota Agya.

Selain itu, Daihatsu juga mengemban tugas memproduksi mobil-mobil Toyota untuk kebutuhan ekspor, yaitu Avanza, Rush, Town Ace, Lite Ace, dan Wigo. Selama Januari-Agustus 2019, ekspor mobil merek Toyota yang diproduksi Daihatsu berjumlah 79.229 unit.

“Kami tidak bisa produksi (Xenia) karena permintaan lebih besar (untuk model Toyota). Jadi Xenia lebih rendah,” kata Amelia.

Kondisi seperti itu sebut Amelia tidak membuat Daihatsu rugi. Namun ia menyadari hal tersebut membuat citra Xenia turun. Selama dua bulan terakhir wholesales (penjualan dari pabrik ke dealer) Xenia anjlok, bahkan jumlahnya berada di bawah mobil China, Wuling Confero.

Pada Juli 2019 penjualan Xenia paling kecil di antara semua produk low MPV di Tanah Air dengan mengemas 676 unit, sementara itu pada Agustus 462 unit.

“Ya sudah memang kami tidak bisa suplai,” katanya.

Lebih dari itu Amelia menuturkan perlahan produksi Xenia sudah ditingkatkan. Per September 2019 produksi naik menjadi 1.500-an unit.

“Jadi kalau permintaan ya masih ada. Bulan kemarin itu untung kami sudah lumayan produksinya,” kata Amelia. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close