Demi Anak, Nenek ini Rela Pinjamkan Rahim untuk Melahirkan Cucunya

Demi Anak, Nenek ini Rela Pinjamkan Rahim untuk Melahirkan Cucunya
Nenek ini rela lahirkan cucunya

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Beberapa waktu lalu nama Julie Loving sempat diperbincangkan di media sosial lantaran ia menjadi surrogate atau ibu pengganti bagi putrinya. Perempuan berusia 51 tahun itu meminjamkan rahimnya untuk mengandung calon cucunya. 

Kini kabar bahagia kembali datang dari Loving. Pada 2 November lalu ia melahirkan sang cucu yang diberi nama Briar Juliette Lockwood. Kabar ini diungkapkan oleh putrinya, Breanna Lockwood lewat unggahan foto di akun Instagram @ivf.surrogacy.diary. 

"Ibuku benar-benar seorang rockstar ketika melewati persalinan yang sulit," tulis Lockwood pada keterangan foto. 

“Pengorbanan yang dia lakukan untuk memberikan sepotong surga ke dunia membuat saya terkesiap. Saya memeluk putriku dengan hati yang meluap.” “Perasaan akan melakukan apapun demi anak ini terpancar dalam diri saya ketika melihatnya dan itu mencerminkan kembali apa yang telah ibu lakukan untuk saya,” tambah Lockwood. 

Komentar positif Kabar bahagia ini membuat banyak pengikutnya turut bersukacita. Beragam komentar yang positif dan mengucapkan selamat memenuhi unggahan foto tersebut. 

“Cinta antara ibu dan anak tidak bisa dipatahkan - tidak sabar untuk melihat foto tiga generasi perempuan KUAT, kamu, ibumu & bayimu Briar!” tulis salah satu pengikut dalam komentar. 

Di unggahan foto kedua Lockwood berbagi cerita bahwa dirinya kini hidup dalam kebahagiaan menjadi orangtua baru. Ia juga memberikan informasi terkait kondisi sang ibu. 
Lockwood mengatakan, ibunya saat ini sedang dalam masa pemulihan dan menikmati waktu istirahat. Keputusan menjadi ibu pengganti Beberapa waktu lalu Today Parents melakukan wawancara kepada Loving dan Lockwood ketika kehamilan memasuki usia 35 minggu. 

Ibu dan anak itu menceritakan banyak hal terkait masa kehamilan dan keputusan memilih Loving menjadi ibu pengganti. Diceritakan oleh Loving, kehamilannya berjalan seperti pada umumnya dan bayi yang dikandung sempurna. 

Pilihan surrogate atau ibu pengganti ini diambil karena Lockwood telah berjuang dengan masalah kesuburan selama bertahun-tahun. Berbagai cara dilakukan oleh perempuan berusia 29 tahun itu untuk mendapatkan keturunan namun belum membuahkan hasil. 

Bersama suaminya, Lockwood sudah empat kali gagal melakukan transfer embrio, mengalami dua kali keguguran, dan kehamilan ektopik (di luar rahim). Tak hanya itu, prosedur dilatasi dan kuretase meninggalkan jaringan parut yang menyebabkan masalah di rahim Lockwood. Dia dan suami kemudian memilih opsi ibu pengganti untuk mendapat keturunan. 

“Kebanyakan orang Amerika tidak mampu memiliki kehamilan,” kata spesialis kesuburan yang menangani Lockwood, Dr. Brian Kaplan dari Fertility Centres of Illinois kepada Today. 

Mendapatkan ibu pengganti menjadi salah satu cara pasangan untuk mendapat kehamilan. Tapi biayanya tidaklah murah, mencapai lebih dari 100 ribu dolar AS (sekira Rp 1,4 miliar). 

Mengetahui putrinya mencari ibu pengganti, Loving menawarkan diri. Pada awalnya ini ditolak oleh dokter. Menurut Kaplan itu bukan sesuatu yang baik. Sepanjang 29 tahun kariernya, ia telah menjalani 20 ribu prosedur bayi tabung sehingga sudah paham akan risikonya. 

"Biasanya ibu pengganti atau pembawa kehamilan harus berusia di bawah 40 tahun. Tetapi memang dalam kedokteran harus melihat kondisi seseorang sebelum melakukan tindakan,” kata Kaplan. Akhirnya setelah serangkaian pengujian yang ketat, mulai dari pemeriksaan medis hingga edukasi tentang risiko yang mungkin terjadi, Kaplan menyetujui pilihan itu dan memberi Loving lampu hijau. 

“Untungnya ini pertama kali dia hamil lewat embrio transfer,” Kaplan berbagi. “Saya telah bersama Breanna selama bertahun-tahun. Begitu banyak trauma yang telah dilewatinya tapi ketangguhannya luar biasa. Jika dia tidak memiliki ibunya, mungkin dia tidak akan punya bayi,” cetus Kaplan.