Opini

Deklarasi Buruh untuk Prabowo, Tidak Luar Biasa

PADA May Day 1 Mei 2018, masyarakat seakan terpana karena disajikan sesuatu yang sepertinya luar biasa: Deklarasi Buruh untuk Prabowo, yang disampaikan oleh KSPI. Tetapi setelah ditelusuri hal itu adalah sesuatu yang biasa saja, karena hal yang sama pernah dilakukan pada 2014. Di sisi lain, KSPSI tetap mendukung Joko Widodo untuk pilpres 2019. Dukungan ini serupa dengan dukungan pada pada pilpres yang lalu. Namun karena keduanya adalah organisasi buruh, kesannya seperti buruh terbelah.

Dukungan boleh terbelah, tetapi sepertinya buruh tidak terbelah, karena mereka sebetulnya adalah massa mengambang, bukan kader sebuah partai politik yang bisa digerakkan sebagai mesin politik. Buktinya tidak ada parpol yang berani mengklaim bahwa buruh adalah bagian dari mereka.

Terlihat terbelah karena KSPI dan KSPSI, berbeda tokoh yang didukung. KSPI mendukung Prabowo sebagai capres dan KSPSI mendukung Joko Widodo sebagai capres 2019.

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019. Deklarasi dukungan tersebut berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5/2018), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

Dalam deklarasi itu Prabowo hadir di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB. Ia ditemani sejumlah pengurus Partai Gerindra, di antaranya Sekjen Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum Fadli Zon. Kehadiran Prabowo langsung disambut antusias sekitar 8000 buruh KSPI yang sudah terlebih dahulu hadir di ruangan. Lagu ‘Halo-halo Bandung’ langsung diputar dan dinyanyikan bersama oleh Prabowo dan para buruh. Presiden KSPI Said Iqbal kemudian meneriakkan “Prabowo Presiden!” diikuti oleh buruh yang memenuhi seisi ruangan.

Tak lama setelah itu, Prabowo, Said Iqbal dan para elite Gerindra dan KSPI naik ke atas panggung. Said Iqbal lalu berorasi dan mendeklarasikan dukungan KSPI kepada Prabowo. “Sesuai rakernas KSPI, kita mendukung Prabowo di 2019,” kata Said Iqbal disambut sorak sorai para buruh. Iqbal meminta seluruh buruh yang hadir untuk bekerja keras menenangkan Prabowo.

Berbeda dengan KSPI, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan tetap mendukung Joko Widodo pada pemilihan presiden 2019. Hal itu ia sampaikan untuk merespon sikap KSPI yang mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres 2019.

“Kami hargai dari teman-teman di KSPI ingin ganti presiden. Tapi dari kami tak ingin ganti presiden,” kata dia saat aksi May Day, di Monas, Jakarta, Selasa (1/5/2018). Menurutnya, sikap saling menghormati pilihan politik di masing-masing di kalangan serikat buruh telah menandakan iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.

Dukungan itu sesuai dengan keputusan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) KSPSI pada Febrari 2018. Keputusan penting dalam pertemuan yang digelar di Hotel Kartika Candra, Jakarta Selatan, itu adalah kesepakatan untuk mendukung Joko Widodo dalam pertarungan pemilihan presiden pada 2019.

Tidak ada yang luar biasa dalam deklarasi dan pernyataan dukungan tersebut. Pada 2014, KSPI dalam memperingati hari buruh mendeklarasikan untuk mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Pendeklarasikan itu dilakukan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Kamis 1/5/2014.

Ketika itu, Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan, para buruh meneguhkan niat dan merapatkan barisan untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai calon Presiden RI 2014. Menurutnya, Prabowo dapat menghapus kemiskinan yang mendera kaum buruh.

Sementara pada tahun yang sama KSPSI mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, Minggu (29/6/2014) malam. Deklarasi tersebut diselenggarakan di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Ketua KSPSI Syukur Sapto, waktu itu, membacakan deklarasi tersebut. “Dengan ini kami menyatakan sikap, mendukung, memilih, dan memenangkan capres-cawapres Jokowi-JK,” kata Syukur, di hadapan para relawan dan massa pendukung Jokowi-JK.

Syukur mengatakan KSPSI menginstruksikan para buruh yang menjadi anggotanya untuk juga mendukung Jokowi-JK. “Untuk mengamankan pernyataan sikap ini,” katanya. Syukur mengklaim ada 3 juta buruh yang bersama KSPSI mendukung Jokowi-JK.

Masyarakat tidak perlu kagum terhadap deklarasi pada May Day 1 Mei lalu, karena itu seperti lagu lama yang kembali diputar ulang. Pilihan ada di tangan rakyat, bukan di tangan pemimpin organisasi buruh.

*Penulis pengamat sosial politik, tinggal di Jakarta

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close