Deklarasi Aceh 2017, Syafii Maarif: Strategis dan Tepat Waktu

15:30
471
BANDA ACEH, SENAYANPOST.com - Di Tanah Rencong, tepatnya di kampus UIN Ar Raniry, Banda Aceh, 26 April 2017, 50 pimpinan Perguruan Tinggi keagamaan Islam Ne
Buya Syafii Maarif

BANDA ACEH, SENAYANPOST.com – Di Tanah Rencong, tepatnya di kampus UIN Ar Raniry, Banda Aceh, 26 April 2017,  50 pimpinan Perguruan Tinggi keagamaan Islam Negeri (PTKIN) membuat Deklarasi Aceh yang berani dan tepat waktu tentang situasi politik keagamaan di Indonesia terkini.

Forum PTKIN membuat 6 poin pernyataan sikap. Pertama, bertekad bulat menjadikan empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

Kedua, menanamkan jiwa dan sikap kepahlawanan, cinta tanah air, dan bela negara kepada setiap mahasiswa dan anak bangsa, guna menjaga keutuhan dan kelestarian NKRI.

Keempat, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam inklusif, moderat, menghargai kemajemukan, realitas budaya, dan bangsa.

Kelima, melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, dan anti-NKRI, intoleran, radikal dalam keberagamaan, serta terorisme di seluruh PTKIN.

Keenam, melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 dalam seluruh penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan penuh dedikasi dan cinta tanah air.

Deklarasi itu dibacakan di depan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dihadiri oleh 3.500 mahasiswa dan ratusan anggota masyarakat setempat.

Menurut Prof. Syafii Maarif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Deklarasi Aceh itu bernilai strategis dan tepat waktu. Berikut alasannya?

Gara-gara isu penistaan agama dalam proses Pilkada DKI yang bergulir sejak September 2016 sampai hari ini, masyarakat Indonesia terbelah, baik secara terbuka atau secara tertutup. Panasnya terasa sampai ke akar rumput.

“Keadaan semacam ini pasti berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang sama-sama kita cintai. Rupanya Deklarasi PTKIN di Aceh ini menyadari benar akan bahaya itu, maka perlu disumbat dengan sebuah deklarasi yang berani,” kata Syafii.

Kesadaran yang berasal dari PTKIN ini sungguh patut dipuji di tengah-tengah perguruan tinggi yang lain sedang membisu dan tiarap, seakan-akan negeri ini aman-aman saja.

“Publik juga dikejutkan oleh sebuah Deklarasi Khilafah oleh HTI di kampus IPB baru-baru ini. Kebetulan saya belum lama ini bertemu dengan rektor IPB, sahabat lama saya, di Bandara Soekarno-Hatta. Sewaktu saya tanyakan masalah ini, hanya dijawab: masih di bawah kontrol. Saya kira tidak sesederhana itu,” ujar Syafii.

Comments

comments