Ekonomi

Defisit Neraca Perdagangan Direspon Negatif para Investor

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ke zona positif pada akhir perdagangan hari Senin (25/6/2018) setelah sempat melemah saat sesi rehat. IHSG berbalik menguat +0,64 persen (+37 poin) ke level 5.859.

Analis menyebut faktor rencana pelonggaran kredit oleh BI sempat menjadi katalis positif di awal sesi. Defisit neraca perdagangan yang lebih besar dari konsensus direspon negatif para investor sehingga membuat indeks sempat terkoreksi sebelum akhirnya bergerak menguat dipicu kenaikan saham di sektor konsumsi.

Sebagian besar market saham Asia melemah pada trading sesi sore, hari Senin (25/6). Para investor coba untuk menyingkirkan kegelisahan terhadap ketegangan perang dagang USA dan China.

Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 178 poin. Indeks Topix turun 0,95 persen. Sementara di bursa Korsel, Indeks Kospi flat. Indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah.

Adapun indeks benchmark di pasar saham China berbalik arah melemah setelah pada sesi pagi berada di zona hijau. Indeks Shanghai tumbang dan Indeks Shenzhen tergerus 0,63 persen.

Bursa saham Wall Street jatuh, Senin, bergabung dengan aksi jual ekuitas global karena kekhawatiran seputar perang perdagangan yang semakin dalam di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika dan mitra utamanya.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir ditutup anjlok 1,33 persen atau 328,09 poin menjadi 24.252,80, setelah sebelumnya melorot sebanyak dua persen.

Sementara itu, indeks S&P 500 turun 1,37 persen atau 37,81 poin menjadi 2.717,07, sedangkan Indeks komposit Nasdaq merosot 160,81 poin atau sekitar 2,09 persen menjadi 7.532,01.
Investor mewaspadai eskalasi sengketa perdagangan lebih lanjut antara Amerika Serikat dan China.

Mengutip kekhawatiran keamanan nasional, Presiden Donald Trump, akhir Mei, mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif terhadap barang-barang China, dan kemudian pada 30 Juni mengungkap “pembatasan investasi spesifik dan peningkatan kontrol ekspor” terkait dengan “teknologi industri yang signifikan.” (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close