Politik

Deddy Mizwar Tetap Ogah Datang di Debat Teakhir Pilgub Jabar

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Calon gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan tetap tak akan hadir di debat kandidat ketiga dalam rangkaian pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jawa Barat bakal digelar besok. Cagub nomor urut empat ini bersedia datang jika ada jaminan keamanan dari kepolisian.

“Saya minta jaminan keamanan. Kalau tidak ada jaminan keamanan secara tertulis saya tidak akan hadir. Kemungkinan saya tidak hadir karena ini persoalan nyawa manusia dan persatuan bangsa kita,” kata Deddy saat di Bandung, Kamis (21/6/2018).

Dia khawatir debat pasangan calon ketiga yang digelar Jumat (22/6) besok berpotensi ricuh. Hal itu dianggap sebagai imbas polemik yang terjadi pada debat kedua, dan bisa mengganggu proses pilkada sehingga merugikan masyarakat.

“Potensi kerusuhan tetap ada karena debat kedua kemarin ribut, dan belum ada penyelesaian antartim pendukung,” ujar Deddy.

Potensi kerawanan sangat besar. Bahkan, kericuhan di debat kedua terus bergulir dan memicu kasus-kasus lainnya. Seperti adanya aksi demo yang terjadi di DPW PKS Jabar beberapa waktu lalu, di mana PKS dituduh sebagai sarang teroris.

Selain dua persoalan tersebut, lanjut Deddy, beberapa persoalan juga membuat suhu politik di Jabar semakin panas. Antara lain kasus tercecernya e-ktp di Bogor beberapa waktu lalu, dan pelantikan Komjen Mochammad Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Kalau ini semua terpicu dalam debat tadi tanpa ada jaminan keamanan yang jelas, maka kemungkinan ada pertumpahan darah. Kalau ada pertumpan darah, maka pilkada berpotensi untuk ditunda dan uang rakyat habis,” paparnya.

Ketika disinggung soal sikap pasangannya, Dedi Mulyadi, yang tetap bakal hadir dalam debat kandidat, Deddy mengaku tidak tahu.

“Saya tidak tahu, silakan saja. Sikap saya demikian. Saya enggak mau tanpa jaminan keamanan lalu terjadi kerusuhan sehingga pilkada jabar ditunda,” ungkapnya.

Pada debat kandidat kedua Pilkada Jabar beberapa waktu lalu, sikap pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu sempat memantik kericuhan. Penyebabnya adalah mereka memperlihatkan kaus bertuliskan ‘Sudrajat-Syaikhu menang, 2019 ganti presiden’ saat menyampaikan pernyataan penutup. Hal itu membuat situasi tegang lantaran terjadi adu mulut dengan para pendukung pasangan calon lainnya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close