Debat Calon Presiden AS Sukses Genjot Rupiah ke Rp14.880 per Dolar AS

Debat Calon Presiden AS Sukses Genjot Rupiah ke Rp14.880 per Dolar AS
Rupiah

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.880 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (30/9) sore. 

Posisi tersebut menguat 0,10 persen dibandingkan perdagangan Selasa (29/9) sore di level Rp14.895 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.918 per dolar AS atau menguat tipis dari Rp14.920 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan menguat 0,14 persen, won Korea Selatan melemah 0,04 persen, peso Filipina menguat 0,03 persen, rupee India menguat 0,11 persen, yuan China menguat 0,04 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,04 persen.

Sebaliknya, dolar Singapura melemah 0,08 persen dan bath Thailand melemah 0,20 persen. Sementara Yen Jepang terpantau masih stagnan.

Sementara itu, mata uang di negara maju masih bergerak variatif terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,33 persen dan dolar Australia menguat 0,20 persen. Sebaliknya franc Swiss melemah 0,39 persen dan dolar Kanada melemah 0,12 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan dolar dipicu debat calon presiden Amerika Serikat yang dianggap tak mencerminkan visi-misi mereka ke depan. Investor tidak dapat memutuskan pemenang, karena menganggap tidak ada kandidat yang mencetak keunggulan yang menentukan.

Investor juga pesimistis bahwa RUU stimulus tambahan untuk covid-19 di AS akan segera disahkan oleh Kongres. "Pemulihan ekonomi AS berisiko tanpa lebih banyak stimulus fiskal dan akibatnya, dolar Amerika rentan terhadap kenaikan tambahan dalam jangka pendek," ujarnya.

Sementara dari dalam negeri pergerakan rupiah dipengaruhi permasalahan pandemi yang terus meningkat. Namun Pemerintah optimis vaksin Corona akan tersedia di akhir tahun dan segera di distribusikan ke sejumlah rumah sakit di 34 provinsi.

"Informasi ini membuat masyarakat berkeyakinan masalah pandemi virus corona akan kembali berakhir dan masyarakat sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa sehingga membantu mengurangi beban pemerintah yang selama ini berfokus di vaksin covid-19," pungkasnya.