Korupsi

Datangi KPK, Muhaimin Iskandar Diperiksa sebagai Saksi Kasus Suap Proyek PUPR

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu (29/1/2020). Wakil Ketua DPR itu diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016.

Menurut pantauan di lokasi, pria yang akrab disapa Cak Imin itu tiba di KPK sekitar pukul 10.15 WIB. Dia didampingi eks Menteri Ketenagakerjaan periode 2014-2019, Hanif Dhakiri dan beberapa orang lainnya.

Cak Imin memilih diam ketika ditanya oleh awak media. Sementara itu, Hanif meminta awak media untuk sabar menunggu hasil pemeriksaan.

“Nanti saja tunggu keterangannya langsung setelah diperiksa,” kata Hanif di halaman depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Cak Imin diperiksa sebagai saksi tersangka Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group) Hong Artha John Alfred (HA). Cak Imin diperiksa sebagai anggota DPR Fraksi PKB.

“Muhaimin Iskandar diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA,” kata Ali di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Selasa (28/1/2020) kemarin, KPK memanggil Wakil Ketua Dewan Mejelis Syuro Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Abdul Ghofur untuk perkara yang sama. Namun Abdul Ghofur tidak memenuhi panggilan dari KPK.

Sementara itu, Hong Artha telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2 Juli 2018. Dia merupakan tersangka ke-12 dalam kasus tersebut.

Hong Artha diduga memberikan suap kepada Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary senilai Rp10,6 miliar. Dia juga diduga memberikan suap kepada anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti sebesar Rp1 miliar.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close