Nasional

Data Jebol, Facebook Siap Kerja Sama dengan DPR dan Kominfo

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari, mengungkapkan, pihaknya akan terus kerjasama dengan Kominfo dan Komisi I DPR menyampaikan semua update soal Cambridge Analytica.

Meskipun sampai saat ini pihaknya belum menemukan bukti bahwa Cambridge Analytica melanggar sertifikasi penghapusan dengan tidak menghapus data yang mereka miliki.

“Tapi, akan terus mendalami kemungkinan ini sambil membantu penyelidikan yang dilakukan Komisioner Informasi Inggris (ICO),” kata Ruben, di Gedung Nusantara 2 DPR RI, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

ICO, kata Ruben, telah meminta kepada Facebook untuk melakukan penundaan dalam langkah-langkah audit dan pencarian fakta tertentu.

Itu berlaku sampai penyelidikan yang dikerjakan oleh ICO ini selesai.

Hal itu yang berdampak kepada pemerintah Indonesia, di mana Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta hasil audit yang dilakukan Facebook terkait penyalahgunaan data pengguna oleh Cambridge Analytica.

Dari 87 juta yang disalahgunakan, satu juta di antaranya merupakan pengguna Facebook Indonesia.

Permintaan audit dari Kominfo ini untuk mengetahui data pengguna Facebook dari Indonesia itu diperuntukan buat apa.

Mengingat, penyalahgunaan data pengguna yang dilakukan Cambridge Analytica ini untuk keperluan kampanye politik Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat pada 2016.

“Perilah audit, intinya audit ini terus berjalan karena kasusnya sangat kompleks, situasinya sangat kompleks. Tapi, saya yang ingin konfirmasiskan di sini ialah satu tanggungjawab pengguna bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh bagian Bumi lainnya,” tutur dia.

Namun disayangkan, pada kesempatan ini Facebook tak memberikan pernyataan jelas soal kapan batas audit itu dapat dipaparkan kepada publik.

Ruben hanya menanggapinya kalau persoalan ini bakal memakan waktu yang belum bisa ditentukan kapan. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close