Dapatkah Keyakinan Diadili?

Dapatkah Keyakinan Diadili?
Musa Asyari

Oleh: Musa Asy'ari

APAKAH keyakinan bisa diadili? Pengadilan keyakinan oleh siapa? Jika siapa itu adalah manusia, dan manusia itu pemikiran, apakah pemikiran bisa mengadili keyakinan. Ini suatu hal yang penting yang perlu diluruskan, sebelum suatu keyakinan itu hendak diadili, dibatalkan dan dilarang.

Sekali lagi, keyakinan itu tidak bisa dibatalkan oleh pemikiran, dan pemikiran yang satu tidak bisa membatalkan oleh pemikiran lainnya, karena semua pemikiran mempunyai kedudukan yang sama, yang tidak bisa saling membatalkan. 

Pemikiran orang tua, atau yang lebih tinggi gelar akademiknya, tidak dengan sendirinya dapat membatalkan pemikiran anaknya atau orang yang lebih rendah derajat keilmuannya. 

Pemikiran bisa dibatalkan atau batal dengan sendirinya, jika pemikirannya tidak sesuai dengan realitas yang menjadi obyek pemikirannya. Tidak sesuai metodanya, analisisnya dan kesimpulannya. Sebuah karya pemikiran seperti skripsi, tesis dan disertasi akan batal dengan sendirinya, jika tidak sesuai dengan realitas yang menjadi obyek kajiannya.

Jika pemikiran saling membatalkan akan terjadi stagnasi peradaban, dan membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri, karena manusia harus selalu berpikir untuk menghadapi perubahan yang selalu menghadang di depan matanya.

*Prof. Dr. Musa Asy'ari, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.