Konsultasi Hukum

Dapatkah Dipidana Pengemplang Utang?

Selamat pagi pengasuh rubrik hukum Senayanpost,

Sekitar tiga tahun yang lalu saya meminjam uang untuk modal bisnis kepada seorang teman, saya berjanji akan mengembalikannya setahun kemudian, namun ternyata saya tidak mampu mengembalikan uang tersebut karena bisnis yang saya jalani ternyata tidak sesuai dengan harapan, seminggu yang lalu saya dilaporkan oleh teman saya tersebut karena dianggap telah menipu dirinya, jujur saja saya bukannya tidak mau membayar akan tetapi memang tidak punya uang untuk mengembalikannya, apakah bisa melaporkan saya atas dasar utang yang belum dibayar dan apakah saya bisa dihukum karena tidak mampu melunasi utang saya tersebut? mohon penjelasannya.

Terima kasih.

Rahmat, Batam

Jawaban:

Secara khusus, mengenai perjanjian utang-piutang sebagai perbuatan pinjam-meminjam diatur dalam Pasal 1754 KUH Perdata yang berbunyi:

Suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberi kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yang menghabiskan karena pemakaian dengan syarat bahwa pihak yang terakhir ini akanmengembalikan sejumlah yang sama dari jenis dan mutu yang sama pula.

Selanjutnya apakah boleh melaporkan orang karena tidak membayar utang ke Kepolisian, jawabannya boleh boleh saja, akan tetapi UU HAM Pasal 19 ayat (2) mengatur bahwa Tidak seorangpun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas alasan ketidakmampuan untuk memenuhi suatu kewajiban dalam perjanjian utang piutang. Artinya walaupun ada laporan polisi, pengadilan tidak boleh mempidanakan seseorang dengan alasan ketidakmampuannya membayar utang.

Dalam praktiknya, seringkali permasalahan utang-piutang dilaporkan ke Kepolisian Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, padahal substansi dari tindak pidana penipuan adalah jelas berbeda dari suatu perjanjian yang merupakan perbuatan hukum perdata. Lain halnya apabila pembayaran utang menggunakan cek kosong atau tidak ada dananya. Dalam hal ini seseorang yang dengan sengaja melakukan pembayaran padahal telah mengetahui bahwa cek yang diberikan tidak ada dananya atau dikenal sebagai cek kosong, dapat dituntut dengan dugaan Tindak pidana Penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Ade Putra Rusli, SH

KOMENTAR
Tags
Show More
Close