InternasionalTerorisme

Danai dan Rencanakan Serangan Teror 4 Warga Bangladesh Dibui di Singapura

Singapura – Pengadilan Singapura menyatakan empat warga Bangladesh bersalah telah menggalang dana untuk rencana teror di negara asal mereka. Mereka dijatuhi vonis antara 2 tahun hingga 5 tahun penjara.
Pemimpin kelompok ini, Rahman Mizanur (31), dijatuhi vonis 5 tahun penjara, yang merupakan vonis paling lama dari terdakwa lainnya. Sedangkan dua terdakwa lainnya yang disebut sebagai penggalang dana sel teroris itu, masing-masing dijatuhi vonis 2,5 tahun penjara. Sementara satu tersangka lainnya dijatuhi vonis 2 tahun penjara. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (112/7/2016).
Hakim Kessler Soh yang memimpin persidangan menjatuhkan vonis itu dengan pertimbangan ancaman terorisme semakin jelas dan memicu bahaya. “Ancaman itu tidak hanya bagi masyarakat kita, tapi juga masyarakat internasional,” sebutnya saat membacakan putusan.
“Mendanai terorisme dan tindakan apapun yang mendukung terorisme seharusnya dikecam dan dicegah. Hukuman tegas diperlukan dalam kasus semacam ini, tidak hanya untuk menghukum tapi juga mencegah yang lain,” tegas hakim Kessler Soh.
Keempat warga Bangladesh ini merupakan terdakwa pertama yang diadili di Singapura di bawah undang-undang antiteror yang baru berlaku. Dengan pengawalan ketat, mereka hadir di pengadilan mengenakan seragam tahanan warna ungu bertuliskan ‘tahanan’ di bagian punggung. Tangan dan kaki para terdakwa dirantai.
Dokumen persidangan menyebutkan, keempat pria Bangladesh itu berkontribusi, mengumpulkan atau mendanai rencana teror dengan besaran mulai dari SG$ 60 (Rp 583 ribu) hingga SG$ 1.360 (Rp 13,2 juta).
Otoritas Singapura menyita berbagai petunjuk merakit bom dan panduan menggunakan senapan penembak jitu kaliber 0.50 dari para terdakwa. Daftar nama pejabat pemerintahan dan militer Bangladesh yang akan menjadi target serangan juga disita dari para terdakwa.
Keempat terdakwa yang tidak disebut identitasnya ini merupakan kelompok kedua dari total 27 warga Bangladesh yang ditangkap di Singapura, sejak akhir tahun 2015 lalu. Semua yang ditangkap dicurigai merencanakan aksi teror di Bangladesh. Terdakwa lainnya telah dideportasi ke negara asalnya
(dtc)

KOMENTAR
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close