Dana Abadi LPDP Capai Rp70,1 Triliun, Guru dan Dosen Bakal Kecipratan

Dana Abadi LPDP Capai Rp70,1 Triliun, Guru dan Dosen Bakal Kecipratan
Sri Mulyani

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah mencatat dana abadi yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) saat ini sudah terakumulasi sebesar Rp70,1 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa hal ini merupakan suatu kenaikan yang luar biasa. Pasalnya, sejak LPDP dibentuk, awalnya dana abadi hanya sebesar Rp 1 triliun.

Di dalam dana abadi itu terdapat dana abadi pendidikan sebesar Rp 61,1 triliun, dana abadi penelitian Rp 4,99 triliun, dana abadi untuk perguruan tinggi Rp 3 triliun, dan dana abadi untuk kebudayaan Rp 1 triliun.

Ia menjelaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selama ini terus mencoba untuk mengelola belanja negara yang begitu besar pada anggaran pendidikan. Awalnya, sistem anggaran mengharuskan alokasi belanja dihabiskan dalam satu tahun anggaran. Maka, Kemenkeu mulai merintis pembentukan dana abadi.

Dengan begitu, alokasi anggaran 20 persen tersebut dapat didesain dengan program yang tidak harus dihabiskan pada satu tahun anggaran.

“Pembentukan dana abadi dalam bentuk dana abadi pendidikan yang kemudian dikenal untuk membiayai beasiswa baik yang sifatnya reguler, afirmasi maupun untuk ASN TNI Polri itu merupakan suatu pemikiran untuk menciptakan sebuah dana yang bermanfaat antargenerasi atau intergenerational fund,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (24/4/2021).

“Kita berharap Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Kementerian Agama betul-betul memikirkan desain dari penggunaan ini yang betul-betul bisa dimanfaatkan antargenerasi,” sambung Sri Mulyani.

Rencana penggunaan dana abadi LPDP

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga buka suara mengenai rencana penggunaan dana abadi ke depan. Dalam hal ini, ia mengungkap adanya perluasan cakupan penggunaan dana abadi.

“Kementerian Keuangan melalui BLU (LPDP) terus berharap pemanfaatan hasil investasi dari dana abadi ini benar-benar bisa memberikan dukungan yang fleksibel dan efektif bagi program-program yang didesain oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama dan kementerian yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan penelitian tentunya,” pintanya.

Bendahara negara ini juga menyambut baik rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan inisiatif untuk memperluas penggunaan dana abadi LPDP dari sisi hasil investasinya.

Ia bilang, dana abadi tidak hanya bisa digunakan untuk membiayai berbagai program yang mencakup beasiswa tradisional. Selama ini program tersebut sudah diberikan seperti beasiswa reguler, beasiswa afirmasi dan juga beasiswa untuk ASN TNI Polri.

Lebih dari itu, ke depan penggunaan dana abadi juga akan diperluas ke kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas para dosen dan guru. Artinya, guru dan dosen bakal kecipratan manfaat dana abadi LPDP ini.

“Namun juga sekarang saya lihat Kemendikbud akan memulai mengekspansi dengan kegiatan-kegiatan yang mencakup kualitas dosen guru dan terutama juga guru SMK,” urainya.

“Tentu kami akan terus mendukung dari sisi fokus yang memang betul-betul dibutuhkan oleh anak didik kita untuk meningkatkan SDM dan juga fokus untuk tetap menjaga tata kelola dan juga fokus untuk menjamin atau meyakinkan bahwa belanja-belanja ini memberikan dampak yang terbaik jadi monitoring evaluasi menjadi sangat penting,” lanjutnya.