Nasional

Dampak Black Out, Serikat Pekerja PLN Tolak Potong Gaji Karyawan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Umum Serikat Pekerja PT PLN Indonesia Eko Sumantri menegaskan pihaknya menolak adanya pemotongan gaji karyawan sebagai kompensasi kepada masyarakat atas imbas pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu, 4 Agustus lalu.

Eko Sumantri mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengklarifikasi tentang info adanya salah satu direksi yang mengatakan akan memotong gaji karyawan untuk menutup ganti rugi bagi masyarakat. Karena hingga kini, pihak manajemen juga belum mengajak bertemu dengan kalangan serikat pekerja PLN Indonesia.

“Mungkin itu hanya kata-kata spontanitas dari salah satu direksi PLN,” kata Eko Sumantri, Rabu (7/8/2019).

Terkait pemotongan gaji, ia menambahkan, dalam pemberian gaji memiliki prosedurnya, apabila saya jadi direksi maka tentu sebagai pemimpin perusahaan saya duluan menolak dibayar gaji karena terjadi insiden itu,” katanya.

Pemotongan gaji juga berpotensi melanggar UU dan peraturan lainnya. Adapun aturan yang dilanggar itu yakni pasal 93 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dan Pasal 24 Peraturan Pemerintah nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Kedua pasal itu mengatur bagaimana ketetentuan pembayaran upah.

Dia berharap sebaiknya peristiwa Black Out ini menjadikan semua elemen bangsa bijaksana dalam bertindak. Dia meminta agar tak ada politisasi PLN.

“Jalankan Putusan MK No.111/PUU-XIII/2015 terkait pengujian Undang Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan (UU Ketenagalistrikan) terhadap Undang Undang Dasar (UUD) 1945, untuk tidak unbundling PLN,” tutur Eko. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close