NasionalTeknologi

Daftar Umroh Bisa Lewat Aplikasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tahun 2018, negara di Asia menempati posisi teratas dalam hal jumlah jemaah umrah. Pakistan menempati urutan pertama, disusul oleh Indonesia di urutan kedua.

Kemudian, data dari World Travel and Tourism tentang bisnis wisata Islami, bisnis umrah di Indonesia sampai tahun 2018 bisa meraup keuntungan Rp 3,16 triliun. Angka ini didukung catatan Kementerian Agama Republik Indonesia tentang kenaikan jumlah jemaah umrah yang mencapai 1.100.000 orang di tahun 2018.

Potensi bisnis ini pun semakin menarik perhatian juga untuk di-digitalisasi. Adalah Safar, sebuah aplikasi marketplace untuk umroh yang didirikan pada Agustus 2018. Aplikasi ini dibuat oleh Andang Sentanu bersama tim. Tujuan dari aplikasi ini adalah membantu para calon jemaah Indonesia yang hendak merencanakan perjalanan umrah dengan lebih gampang dan aman.

“Gampang, yakni pengguna dapat mencari paket umrah melalui langkah yang mudah, serta proses pembelian yang ringkas dan cepat. Aman, di mana dana dari jemaah akan tersimpan dengan aman di joint account dan hanya bisa dicairkan ketika mitra travel telah menyelesaikan tanggung jawabnya pada jemaah,” tutur Andang saat acara kerja sama Safar dengan Metranet di Gedung The Telkom Hub, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Menurutnya, ada tiga layanan yang diberikan pihaknya, online marketplace sebagai penyedia ragam biro perjalanan umrah secara online, travel management system yang mengelola data ketersediaan paket umrah secara lengkap, dan travel assistance yang merupakan pendampingan kepada calon jemaah selama proses perjalanan umrah.

“Sebagai penghubung antara mitra travel umrah dengan publik, kami ingin terus menjaga kualitas dan kontrol layanan agar benar-benar menghadirkan nilai tambah dari segi kemudahan dan keamanan bagi para peminat umrah. Karenanya kami memiliki tiga fase pendampingan dan monitoring selama umrah,” jelas Andang.

Pada fase persiapan, Safar dan mitra travel umrah yang dipilih akan mendata kelengkapan berkas jemaah, seperti tiket, paspor, visa, vaksinasi dan lainnya. Fase keberangkatan, jemaah dapat menggunakan aplikasi Safar untuk memantau jarak dengan masjid, penginapan, dan pusat perbelanjaan. Fase kedatangan merupakan bagian terakhir dari perjalanan, Safar menyediakan opsi dokumentasi, memorabilia bahkan pencatatan alumni perjalanan untuk menjaga silaturahmi.

Lantas, bagaimana dengan para mitranya? Andang menjelaskan bahwa proses screening mitra travel Safar dilakukan secara internal mulai dari pengecekan data di Kementerian Agama, penetapan kandidat dan pendekatan langsung ke mitra potensial. Sampai saat ini Safar sudah memiliki 11 mitra travel dan sampai akhir tahun 2019 perusahaan menargetkan untuk memiliki 50 mitra travel dari seluruh Indonesia.

“Kami menyadari industri ini sangat mengutamakan kepercayaan. Sebagai middle man, kami perlu menjaga kepercayaan dari sisi jemaah dan mitra travel. Karenanya, fokus kami saat ini adalah menjalin komunikasi personal kepada calon mitra-mitra travel dan masyarakat tentang layanan kami,” ungkapnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close