Nasional

Daftar Jenderal Purnawirawan TNI yang Jadi Asisten Khusus Prabowo

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menunjuk lima orang perwira tinggi TNI menjadi asisten khususnya. Salah satunya adalah Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin yang merupakan kawan lamanya saat berdinas di militer.

Tak hanya itu, Sjafrie juga punya sepak terjang yang bagus di Kementerian Pertahanan. Salah satunya adalah saat menjabat sebagai Wamenhan pada Januari 2010-Oktober 2014, Sekjen Kemhan, hingga Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) periode 2002-2005.

Keputusan pengangkatan lima asisten khusus ini tercantum dalam surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor KEP/1869/M/XII/2019. Dalam surat tersebut, para asisten khusus Menhan mulai bekerja mulai 6 Desember 2019 lalu.

Berikut pensiunan perwira tinggi TNI yang akan membantu tugas Prabowo:

Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

Sjafrie Sjamsoeddin merupakan teman satu angkatan Prabowo di TNI. Setelah reformasi, Sjafrie merupakan salah satu perwira tinggi militer yang sering mendapat sorotan tajam dari publik. Bahkan, penunjukannya sebagai Kapuspen TNI dipertanyakan oleh DPR hingga aktivis LSM.

Ia sempat diduga terseret kasus pelanggaran HAM masa lalu. Bahkan, Presiden Megawati Soekarnoputri sempat tidak mengesahkan penunjukkan Sjafrie sebagai Kapuspen TNI 2002 lalu. Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sjafrie merangkap jabatan menjadi Sekjen Departemen Pertahanan. Ia lalu mendapatkan jabatan Wakil Menteri Pertahanan dengan pangkat Letjen pada Oktober 2014.

Letjen (Purn) Johannes Suryo (JS) Prabowo

Johannes Suryo (JS) Prabowo dikabarkan juga bakal membantu Ketua Umum Partai Gerindra itu di Kemhan. Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Suryo Prabowo belum punya jabatan resmi. Akan tetapi, Suryo dikabarkan masuk dalam Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Walaupun belum ada jabatan yang resmi, Dahnil menyebut Suryo ikut berkontribusi untuk memberikan masukan kepada Prabowo.

Sedangkan Suryo Prabowo pernah menjadi Wakil Gubernur Timor Timur pada 1998 hingga Wakil Kepala Staf TNI AD periode 2008-2011. Ia juga menjadi sosok yang kerap mendampingi Prabowo saat kampanye Pilpres 2019.

“Beliau belum memiliki jabatan resmi di Kemhan. Pak Suryo sementara ini masih aktif memberikan masukan-masukan dan asistensi secara personal kepada Pak Prabowo,” tutup Dahnil.

Letjen TNI (Purn) Hotmangaradja Pandjaitan

Hotmangaradja adalah putra pahlawan revolusi Mayjen TNI Anumerta D.I Pandjaitan. Ia merupakan bagian dari Kopassus angkatan 1977. Pada periode 2014-2019, ia sempat ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Andorra, dan Monako. Di periode yang sama, ia juga mewakili Indonesia di UNESCO.

Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan

Didit Herdiawan Ashaf merupakan salah satu purnawirawan TNI Angkatan Laut yang pernah menjabat sebagai Irjen Kemhan RI. Ia merupakan lulusan akademi Angkatan Laut angkatan 29 tahun 1984.

Mayjen TNI (Purn) Chairawan Kadarsyah Kadirussalam Nusyirwan

Chairawan pernah menjadi salah satu perwira andalan Prabowo sejak 1996. Di tahun itu, Chairawan adalah Komandan Grup IV Sandi Yudha. Ia merupakan lulusan Akabri tahun 1980, atau seangkatan dengan saudara ipar SBY, Pramono Edhi Wibowo. Pada tahun 1998, satuan yang ia pimpin terlibat penculikan para aktivis yang membuatnya dicopot dari kedudukannya sebagai komandan tim. Chairawan lalu ditarik ke Badan Intelejen Stategis TNI dan ke BIN. Di luar militer, Chairawan juga merupakan pebisnis.

Marsda TNI (Purn) Bonar H Hutagaol

Bonar Haloman Hutagaol merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1984. Ia pernah menjabat sebagai Staf Khusus Kasau dan Pa Sahli Tk III Bid Ekkudag Panglima TNI.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close