Nasional

Cyber War Sempat Terjadi Sebelum Reuni 212

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Reuni 212 yang digelar Minggu (2/12/2018) berlangsung kondusif, aman dan tertib. Namun, sebelum terlaksananya Reuni 212 itu ternyata terjadi cyber war antara yang pro dan kontra Reuni 212.

Analis dan akar IT Drone Emprit Academy, Fahmi Ismail mengtatakan untuk menangkap selengkap mungkin percakapan tentang reuni 212, Drone Emprit Academy menggunakan keyword 212, reuni212, dan reuniakbar212.

“Dalam periode dari 26 November hingga 1 Desember, didapat 246k mention di Twitter, 12.8k mention di media online, 8.4k mention di Instagram, dan dari FB tertangkap 6.6k mention,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pada tanggal 30 November (Jum’at), tren naik paling tinggi, lalu turun pada 1 Desember, sehari menjelang hari H.

Pada tahun 2017, lanjutnya, Drone Emprit pernah membuat analisis serupa ini. Sekarang kita bandingkan bagaimana grafik SNA yang menggambarkan peta kekuatan cyber dari kubu-kubu yang terlibat dalam percakapan tentang 212 pada tahun itu dengan tahun 2018.

Peta SNA pada tahun 2017 memperlihatkan adanya dua cluster yang hampir sama besarnya. Cluster pro Reuni 212 relatif lebih banyak top influencer-nya seperti @maspiyuu, @eae18, @CondetWarrior, @NetizenTofa, @gnpfulama_sumut, @MrAdrianMaulana, @MbahUyok, dll.

Sedangkan cluster Kontra 212 pada saat itu juga masih banyak top influencer yang aktif dalam percakapan, seperti @digembok, @wahabbicc_jabar, @RizmaWidiono, @kangdede78, @triwul82, @p3nj3l4j4h, @GunRomli, @PartaiSOcmed, @cagubnyinyir, @TetapAhokDjarot, dll. Menjelang Reuni 212 tahun 2017, kubu yang kontra sangat kompak dan aktif dalam memberi kontra narasi.

Peta SNA untuk tahun 2018 memperlihatkan kondisi yang jauh berbeda. Hanya ada satu cluster besar dari kubu pro Reuni 212, dan satu cluster kecil dari kubu kontra.

Influencer dan buzzer dari kubu pro 212 saat ini jauh lebih besar dibanding pada tahun sebelumnya. Ada peningkatan yang sangat signifikan dalam kekuatan cyber mereka.

Sementara itu di kubu kontra, hanya ada beberapa influencer dari tahun sebelumnya yang masih aktif seperti @RizmaWidiono dan @p3nj3l4j4h, dan ada yang baru seperti @yusuf_dumdum, @Makdetektif, dll.

Sedikitnya influencer kontra ini ternyata juga dibarengi dengan sedikitnya follower yang turut mengamplifikasi narasi mereka.

“Semakin kecilnya cluster yang kontra, bisa jadi disebabkan oleh dua hal: Reuni 212 sudah tidak lagi menjadi prioritas bagi mereka untuk dilawan; atau semakin kecilnya kekuatan sehingga tidak semua isu akan dihadapi. Apapun penyebabnya, dari data ini, kita bisa lihat bahwa perlawanan terhadap Reuni 212 tahun 2018 ini sudah sangat kecil di dunia maya,” ungkapnya.

Sedangkan dari peta tagar semua percakapan tentang 212 dalam periode analisis ini, tagar paling populer adalah #ReuniAkbar212 dan #Reuni212.

Ternyata, tagar ketiga yang paling banyak ditemukan adalah #2019GantiPresiden, dan ditemukan pula tagar lain yang berhubungan dengan aspirasi politik ini yaitu #2019PrabowoSandi.

“Hal ini memperlihatkan bahwa Reuni 212 tidak lepas dari aspirasi politik, yaitu untuk tujuan pemenangan salah satu paslon pada Pilpres 2019,” ungkapnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close