Internasional

Cuti Hamil Bikin Tatyana Bakalchuk Jadi Miliarder di Rusia

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Musim semi tahun 2004 jadi kenangan seumur hidup Tatyana Bakalchuk, miliarder Rusia berdarah Korea. Bagaimana tidak? Ia memutuskan cuti hamil dari pekerjaannya sebagai guru bahasa Inggris dan memulai bisnis ritel secara daring (e-commerce).

Tak disangka, usaha perempuan kelahiran Moskow, Rusia, pada 16 Oktober 1975 itu berbuah manis. Lewat merek dagang Wildberries, ia menjadi perempuan pengusaha terkaya nomor dua di Rusia.

Mengutip Forbes.com, kekayaan Bakalchuk per 18 Januari 2020 mencapai US$1 miliar atau Rp14 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS). Karena kekayaannya tersebut, ibu dari empat anak tersebut masuk deretan orang terkaya di dunia.

Namun, Bakalchuk tidak menjadi kaya dalam sekejap mata. Ia merintis Wildberries sejak 2004. Ketika itu, bisnis ritelnya belum memiliki kantor tetap. Ia mendirikan Wildberries dari apartemennya bersama sang suami Vladislav Bakalchuk, yang bekerja sebagai teknisi TI.

Pada tahun-tahun awal, seperti dikutip CNN Indonesia, Bakalchuk hanyalah reseller (orang yang menjual kembali produk dari supplier) dari peritel Jerman Otto. Berbekal foto produk dan jaringan internet, ia mulai menawarkan produk Jerman Otto ke masyarakat Rusia. Ia mengambil pesanan, kemudian mengantarkannya lewat jaringan kantor pos ke wilayah lain di Rusia.

Kerja sama Bakalchuk dengan Jerman Otto dilakukan selama 4 tahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk langsung terhubung dari pemegang merek satu ke merek lainnya. Beruntung, dewi fortuna berpihak pada Bakalchuk. Ia berhasil mengembangkan Wildberries hingga menawarkan 15 ribu merek pakaian sampai saat ini.

Boleh dibilang, bisnis ritel online pada tahun-tahun itu juga masih sangat langka. Tidak banyak kompetisi seperti sekarang.

Laporan Morgan Stanley pada September 2018 lalu melansir bisnis e-commerce Rusia berkembang pesat hingga mencetak transaksi US$18 miliar.

Wildberries sendiri tercatat menguasai 4,7 persen pangsa pasar di Rusia. Ia berada di urutan ketiga sebagai e-commerce terbesar setelah Yandex (10 persen) dan peritel raksasa dari China, Alibaba, dengan pangsa pasar 8,5 persen.

Laporan Morgan Stanley juga menyebut tidak ada yang paling menonjol dari ketiga e-commerce tersebut. Namun, Wildberries dapat memposisikan diri sebagai peritel yang menawarkan masa depan bagi para ibu karena melayani penjualan pakaian, termasuk kebutuhan anak-anak.

Diperkirakan, lebih dari 2 juta orang dari Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, termasuk Kirgistan mengunjungi situs e-commerce Bakalchuk setiap harinya. Menurut catatan, perusahaan memproses rata-rata 400 ribu pesanan setiap harinya. Wildberries melayani penjualan pakaian, kosmetik, hingga mainan dan kebutuhan rumah tangga.

“Kami tidak dapat mengomentari rencana bisnis perusahaan, tetapi kami terus memperluas strategi usaha,” tulis Wildberries.

Jeli Melihat Peluang

Bakalchuk, sang pendiri, merupakan lulusan Universitas Kolomna. Karakternya dikenal sebagai pribadi yang tertutup, namun berani.

Ia melihat peluang bisnis pertama kali dari buruknya jaringan kantor pos Rusia. Jerman Otto, supplier pertamanya kesulitan memasuki pasar Rusia, lantaran sistem pengiriman pos Rusia jauh tertinggal dari dunia Barat lainnya.

Namun, Bakalchuk berani mengambil risiko. Dengan angkutan umum, ia memborong produk-produk Jerman Otto, dan membawanya pulang ke apartemen yang dijadikan sebagai gudang sementara.

Dibantu sang suami dan rekannya Sergey Anufriev, Bakalchuk menekuni usahanya hingga dia mampu menyewa sebuah kantor kecil dan merekrut satu orang pekerja, pengembang situs e-commerce.

Ia juga mengiklankan Wildberries demi menarik konsumen dan lompatan bisnisnya terjadi pada 2008, ketika krisis keuangan global membuat Adidas tertekan. Ketika itu, Bakalchuk memborong pakaian dan sepatu Adidas hingga 1 juta euro dan kembali menjual barang-barang itu di situs perusahaan.

Wildberries sukses menjadi pionir online shop dan menjadi salah satu dari 4 perusahaan paling bernilai di Rusia. Nama Wildberries semakin menggema ketika perusahaan menawarkan pembelian produk dengan skema cicil, dan menawarkan pengiriman gratis.

Forbes mencatat Wildberries memproses 1,1 juta pesanan pada momentum Black Friday 2017 lalu. Pada 2018 lalu, omzet Wildberries diperkirakan menyentuh US$1,9 miliar pada 2018 lalu.

Kesuksesan Wildberries sebagai superstore e-commerce menjadikan Bakalchuk perempuan terkaya di Rusia setelah Elena Baturina, istri dari walikota Moskow. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close