Hukum

Cucu Konglomerat, Richard Muljadi Divonis Siang Ini

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) akan membacakan vonis terhadap terdakwa Richard Muljadi siang ini, Kamis (14/2/2019). Richard Muljadi adalah terdakwa dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis kokain, dan merupakan cucu konglomerat Kartini Muljadi.

“Jadwalnya sih begitu (putusan) jam 1 siang biasanya,” kata Baso Fachruddin, kuasa hukum Richard, di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Ia berharap, vonis yang akan dijatuhkan oleh Majelis Hakim nanti meringankan kliennya itu. Terlebih, keluarga pun juga berharap agar Richard dihukum secara adil.

“Harapan agar dihukum yang seadil-adilnya,” ujarnya.

Terdakwa Richard Muljadi sebelumnya telah dituntut hukuman pidana penjara selama 1 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan, dengan ketentuan tidak perlu lagi menjalani sisa pidana yang dijatuhkan. Tapi hanya menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur Jakarta Timur.

JPU menilai cucu konglomerat Indonesia Kartini Muljadi tersebut diduga telah melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya, Richard telah resmi ditahan oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya selama 20 hari terhitung sejak Kamis (23/8/2018). Hal ini berdasarkan hasil gelar perkara untuk menetapkan status tersangka.

Richard diringkus saat berada di dalam toilet di sebuah restoran elite di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (22/8/2018) dini hari. Richard dibekuk oleh perwira polisi bernama Kombes Herry Heryawan, yang kebetulan hendak memakai kamar toilet restoran tersebut.

Dalam penangkapan itu, polisi amankan satu unit iPhone X berwarna hitam, dan satu lembar uang pecahan 5 dolar Australia. Hingga kini, Polisi juga masih mengejar pemasok kokain ke Richard berinisial ML.

Polda Metro Jaya juga telah menyita kokain seberat 0,03854 gram yang telah digunakan Richard Muljadi melalui ponsel pintarnya.
Selain menyita kokain dan ponsel pintar Richard, tim penyidik Polda Metro Jaya juga menyita barang bukti yaitu 5 lembar uang dolar Australia yang digulung menyerupai sedotan untuk menghisap kokain dari layar ponsel pintarnya.
Pada persidangan 3 Januari 2019, tim kuasa hukum Richard Muljadi juga telah menghadirkan saksi ahli dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yaitu dokter Verdiana yang pertama kali memeriksa Richard Muljadi.
Berdasarkan hasil asessment, terdakwa Richard Muljadi merupakan penyalahguna multiple kokain dengan pola ketergantungan dan tidak terindikasi jaringan narkotika.

 

KOMENTAR
Tags
Show More
Close