CPO Anjlok, Harga Minyak Mentah 'Terbang'

CPO Anjlok, Harga Minyak Mentah 'Terbang'
Ilustrasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Tren kenaikan harga minyak mentah masih belum terhenti di pekan ini, di saat harga komoditas banyak yang berguguran termasuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Melansir data Refinitiv, sepanjang pekan lalu harga CPO ambrol 6,5%, bahkan dalam 5 minggu terakhir jeblok lebih dari 24%. Sementara itu harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 1,03% ke US$ 71,64/barel sepanjang pekan lalu, dan jenis Brent 1,13% ke US$ 73,51/barel. Keduanya mencapai level tertinggi sejak Oktober 2018.

Jika dilihat dalam 5 minggu terakhir, minyak WTI melesat 9,6% sementara Brent lebih tinggi lagi, 12,5%.

Minyak mentah dan CPO punya "hubungan dekat", sebab CPO bisa diolah menjadi bahan bakar biodiesel. Sehingga CPO bisa menjadi substitusi, dan harganya sering kali mengekor minyak mentah.

Stok yang tinggi di Indonesia dan Malaysia serta permintaan yang masih lemah membuat harga CPO ambrol tidak karuan 5 pekan terakhir. Sebaliknya minyak mentah di pekan ini justru diuntungkan dengan kemungkinan terbatasnya produksi di Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang sumber dari Organisasi Pengekspor Minyak Mentah (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC).

"Pasar minyak mentah mengalami rally karena OPEC skeptis akan kenaikan produksi minyak mentah di AS akan mengganggu rencana mereka untuk mendongkrak harga," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago, sebagaimana dilansir CNBC International, Jumat (18/6/2021).

Selain itu, proyeksi peningkatan permintaan juga menopang harga minyak mentah. Bank sentral AS (The Fed) saat mengumumkan kebijakan moneter Kamis lalu menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 7% dari sebelumnya 6,5%.

Jika pertumbuhan ekonomi AS meningkat, maka permintaan minyak mentah tentunya juga akan naik. Di saat yang sama, The Fed memproyeksikan suku bunga bisa naik di tahun 2023, bahkan sebanyak 2 kali hingga menjadi 0,75%. Akibat proyeksi tersebut dolar AS naik tajam.

Sepanjang pekan ini, indeks dolar AS melesat 1,8% ke 92,346, level terkuat sejak awal April. Kenaikan dolar AS biasanya berdampak negatif terhadap harga emas. Tetapi nyatanya harga emas masih terus naik.