Covid-19, Inggris Jadi Negara Pertama Pengguna Vaksin

Covid-19, Inggris Jadi Negara Pertama Pengguna Vaksin

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemerintah Inggris akan menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yaitu BioNTech SE dan Pfizer Inc minggu depan. 

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa vaksin Pfizer-BioNTech memiliki tingkat efektif 95% dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Berdasarkan laporan Financial Times, pada Sabtu (28/11/2020) mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mencatat bahwa pengiriman vaksin dimulai dalam beberapa jam setelah persetujuannya.

Namun, Inggris pun telah memesan 40 juta dosis dan berencana untuk melakukan imunisasi pertama paling cepat pada 7 Desember 2020.

Selain vaksin Pfizer-BioNTech, negeri Ratu Elisabeth tersebut juga telah memperoleh 100 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford. 

Mereka telah meminta regulator medis dari Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) pada Jumat (27/11/2020) untuk menilai kemungkinan peluncuran vaksin.

Nadhim Zahawi, yang saat ini menjabat sebagai menteri bisnis junior akan bertanggung jawab atas penyebaran vaksin Covid-19 di negara tersebut. 
Keputusan ini dibuat Sabtu (28/11/2020) pagi dan diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

Pfizer-BioNTech baru-baru ini mengumumkan bahwa vaksin mereka 95% efektif setelah perusahaan AS Moderna mengumumkan efektifitas vaksinnya sebesar 95%. 

Namun, vaksin mRNA (Moderna) belum pernah digunakan pada orang sebelumnya.

Pfizer-BioNTech melaporkan bahwa vaksin mereka tidak memiliki efek samping yang serius. 

Satu-satunya efek samping yang patut dicatat menurut data mereka adalah sakit kepala dan kelelahan yang hanya dilaporkan oleh sekitar 2% peserta uji coba vaksin.

Ada juga beberapa kekhawatiran bahwa vaksin tidak akan efektif jika digunakan oleh orang tua. 

Namun, perusahaan melaporkan bahwa itu tidak terjadi karena kemanjuran yang diamati pada orang dewasa di atas 65 tahun mencapai lebih dari 94%.

Mengutip dari laman Interesting Enginering, uji coba vaksin Pfizer-BioNTech dilakukan pada mereka yang memiliki latar belakang berbeda mulai dari usia hingga etnis tertentu. 

Sebanyak 42% dari semua peserta berasal dari latar belakang etnis yang beragam dan 41% berusia antara 56 dan 85.

Pfizer-BioNTech juga telah mengumumkan bahwa harapan mereka dapat memproduksi 50 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini dan 1,3 miliar hingga akhir 2021. 

Produksi ini diperkirakan karena setiap orang membutuhkan dua dosis vaksin saat dirawat. (Jo)