Paralimpiade Tokyo 2020

China Semakin Jauh, Indonesia Berharap Bisa Raih Emas Pertama

China Semakin Jauh, Indonesia Berharap Bisa Raih Emas Pertama

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kontingen China terus memimpin perolehan medali Paralimpiade Tokyo 2020. Hingga hari ke-10, Jumat (3/9/2021), China mencatatkan 85 medali emas yang kemudian disempurnakan dengan koleksi 53 perak dan 46 perunggu. 

Secara keseluruhan, China mengumpulkan 184 medali, unggul jauh atas pesaing terdekatnya, Britania Raya, yang berada di peringkat kedua. Britania Raya tercatat telah mengoleksi 111 medali dengan rincian 37 emas, 34 perak, dan 40 perunggu. 

Britania Raya unggul tipis atas Amerika serikat yang berada di peringkat ketiga klasemen medali Paralimpiade Tokyo 2020. Amerika Serikat menduduki peringkat ketiga dengan koleksi 34 medali emas. 

Koleksi emas Amerika Serikat kemudian disempurnakan oleh torehan 34 perak dan 24 perunggu sehingga menghasilkan total 92 mendali. Raihan medali emas Amerika Serikat sejatinya setara dengan RPC (Russian Paralympic Committee) yang berada di peringkat keempat. 

Namun, Amerika Serikat berhak menduduki peringkat ketiga karena unggul jumlah medali perak atas RPC, 34 berbanding 29. Saat persaingan empat besar klasemen medali Paralimpiade Tokyo 2020 semakin terasa sengit, Indonesia masih tertahan di peringkat ke-67. 

Kontingen Indonesia belum menambah perolehan medali sejak 28 Agustus lalu sehingga tertahan dengan raihan satu perak dan dua perunggu. Setelah beberapa hari tanpa raihan medali, Indonesia boleh berharap banyak ketika rangkaian Paralimpiade Tokyo 2020 memasuki hari ke-11, Sabtu (4/9/2021). 

Pada rangkaian hari ke-11, Indonesia memiliki peluang besar untuk menambah perolehan medali. Indonesia bahkan bisa meraih medali emas pertama lewat wakil dari cabang olahraga atletik dan badminton. 

Dari cabor atletik, ada Sapto Yogo Purnomo yang bakal turun di final nomor 200 meter T37 putra Paralimpiade Tokyo 2020. Sapto Yogo Purnomo berpotensi menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia berkat kepercayaan diri yang ia raih setelah tampil di nomor 100 meter T37 putra.

Saat tampil di nomor 100 meter T37 putra, Sapto Yogo Purnomo suskes mengamankan medali perunggu.

Selanjutnya, apabila Sapto Yogo Purnomo belum berhasil, medali emas pertama untuk Indonesia bisa diwujudkan oleh Dheva Anrimusthi atau Suryo Nugroho dari nomor tunggal putra SU5 badminton Paralimpiade Tokyo 2020. 

Dheva Anrimusthi dan Suryo Nugroho akan saling berhadapan di semifinal tunggal putra SU5. Artinya, salah satu di antara mereka akan melaju ke final dan berpeluang mengamankan medali emas. 

Di partai puncak, Dheva Anrimusthi atau Suryo Nugroho akan bersua pemenang duel antara Fang Jen Yu (Taiwan) dan Cheah Liek Hou (Malaysia). 

Adapun semifinal dan final tunggal putra SU5 dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Sabtu (4/9/2021). 

Selain itu, masih ada Karisma Evi Tiarani dari cabor atletik nomor 100 meter T63 putri yang berpeluang menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. (Jo)