Otomotif

China Perpanjang Subsidi Mobil Listrik Imbas Pasar Lesu

JAKARTA, SENAYANPOST.com –  Pemerintah China kemungkinan akan memperpanjang kebijakan subsidi pembelian mobil listrik selepas 2020.

Langkah itu dilakukan setelah Pemerintah China mendapat laporan anjloknya kendaraan berbasis energi terbarukan di pasar lokal, setelah pemotongan subsidi dilakukan tahun lalu.

Pembicaraan antara pemangku kepentingan di China, seperti dilansir dari laman Autonews, masih berada di tahap awal. Sehingga tidak ada jaminan bahwa kebijakan ini akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. Terlebih dengan adanya masalah lebih genting, seperti disrupsi industri otomotif akibat penyebaran virus COVID-19.

Subsidi yang diberikan Pemerintah China untuk masyarakat terkait pembelian mobil listrik ataupun energi terbarukan, sudah berjalan hampir 10 tahun terakhir. Ditambah kemudahan regulasi maupun insentif tambahan dari otoritas di tingkat daerah, adanya subsidi berimbas pada meroketnya pasar kendaraan dengan energi terbarukan di China.

Besaran subsidi yang diberikan Pemerintah China awalnya mencapai 60 ribu Yuan atau sekitar Rp118,7 juta, dalam sekali pembelian mobil listrik.

Tahun lalu, angka tersebut dipotong lebih dari separuh menjadi hanya 25 ribu Yuan atau tinggal Rp49,4 juta. Bahkan, pemberian subsidi ditentukan oleh jarak jelajah kendaraan listrik pilihan masyarakat.

Hal lain yang diperkenalkan Pemerintah China selepas pemotongan subsidi tersebut adalah mengenalkan sistem kredit kepada produsen. Sehingga seluruh mobil listrik baik lokal maupun asing, harus mampu menghasilkan unit mobil listrik dengan jumlah tertentu.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close