Opini

Chairul Tanjung Cawapres Ideal Jokowi

BANYAK yang bertanya siapakah cawapres Joko Widodo? Sejumlah nama juga digadang-gadang oleh beberapa parpol. Sesungguhnya siapakah figur yang ideal mendampingi Jokowi?

Memilih calon wakil presiden (Cawapres) bagi capres yang sangat kuat seperti Jokowi, adalah mudah sekaligus sulit atau bahasa langsungnya gampang-gampang susah. Si calon wakil harus betul-betul mendekati sempurna: mengerti politik, mengerti bisnis, paham sosial budaya masyarakat Indonesia, agamis yang tidak fanatik membabi-buta serta memiliki kekayaan yang memadai agar tidak dituding akan korupsi, dan tidak tergoda mencuri uang negara.

Memilih cawapres harus ‘Jusuf Kalla (JK) part 2’. Figur yang benar-benar seperti Pak JK saat mendampingi Jokowi, sehingga tidak menyulitkan Jokowi dalam bekerja. Tentu saja hal seperti itu sangatlah penting, mengingat wakil presiden bukanlah posisi yang bisa direshuffle ketika bekerja tidak becus atau berlawanan sikap dengan presiden. Presiden-wakil presiden adalah pasangan ‘sehidup-semati’ selama 5 tahun pemerintahannya.

Jokowi adalah capres 2019 yang memiliki ‘hak istimewa’ untuk menentukan sendiri calon wakilnya yang diberikan oleh beberapa parpol pendukungnya. Dengan hak yang luar biasa penting seperti itu, Jokowi dapat menunjuk siapapun yang dia inginkan untuk menjadi wakilnya.

Bila Jokowi menentukan cawapres dari salah satu parpol pendukungnya, maka parpol pendukung lainnya akan iri hati, mengingat posisi wapres sangat penting dan tertinggi nomor dua setelah presiden dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Rasa iri hati parpol, terutama yang memiliki keterwakilan di DPR RI, akan menyulitkan pemerintah dalam pengesahan susunan anggaran atau APBN yang harus disahkan oleh DPR, sesuai yang diatur oleh undang-undang.

Selain itu, juga kesulitan mendapatkan dukungan dalam penyelesaian undang-undang untuk memperlancar regulasi yang akan dikeluarkan oleh pemerintah. Atau dengan kata lain, pemerintah tidak didukung oleh DPR.

Apalagi bila parpol melancarkan ‘jurus intinya’: tidak ada teman abadi dan tidak ada lawan abadi, yang ada adalah kepentingan abadi. Maka bila berbeda kepentingan, maka parpol pendukung akan membangkang. Pembangkangan politik akan terjadi bila salah satu tokoh parpol menjadi wakil presiden. Ingat bagaimana Golkar ketika ketua umumnya menjadi wakil presiden. SBY dirong-rong dengan jargon lebih cepat lebih baik.

Berdasarkan sejumlah alasan, maka figur yang cocok mendampingi Jokowi adalah Chairul Tanjung. Dengan menunjuk Chairul Tanjung, maka kecil kemungkinan ada parpol yang iri hati. Parpol kebangsaan yang paling mungkin mendukung adalah PKPI. Selain itu, Chairul Tanjung juga merupakan figur yang disegani oleh lawan politik Jokowi, seperti PKS dan Gerindra, misalnya.

Chairul Tanjung adalah salah satu nama yang mulai dibicarakan oleh parpol lawan Jokowi, Gerindra dan PKS. PAN juga disebut-sebut ada dalam barisan itu.

Dengan demikian, bersediakah Chairul Tanjung menjadi cawapresnya Jokowi? Hanya Chairul Tanjung dan Tuhan yang tahu. Namun mengingat Chairul Tanjung adalah pebisnis sejati, tentu dia cenderung bermain aman dan menghitung untung ruginya menjadi wakilnya siapa.

Dalam pandangan saya, Chairul Tanjung adalah sosok yang ideal mendampingi Jokowi dalam pilpres 2019. Dia, seperti halnya JK, punya pengalaman di jajaran birokrat, pebisnis sejati, dekat dengan kalangan muslim sebagai agama terbesar di Indonesia, dan sebagai keterwakilan di luar Jawa.

*Penulis adalah pengamat sosial politik. Tinggal di Jakarta

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close