Cerita Sean Parker, Presiden Pertama Facebook Lulusan SMA Berharta Rp 40 Triliun

Cerita Sean Parker, Presiden Pertama Facebook Lulusan SMA Berharta Rp 40 Triliun

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Hanya lulus SMA dan tidak pernah mengenyam bangku kuliah tidak menghalangi jalan seseorang meraih kesuksesan. Hal ini terjadi pada Sean Parker yang mampu menjadi tokoh terkenal di jagat teknologi.

Dari sepak terjang di jagat teknologi, Forbes mencatat kekayaannya saat ini tembus US$ 2,7 miliar atau lebih dari Rp 40 triliun. Di daftar terbaru Forbes 400, ia menempati urutan 319 orang terkaya di AS. Memang Parker bukan sosok biasa saja, banyak yang menilai dia genius.

Salah satu prestasi Parker adalah menjadi presiden pertama Facebook jauh sebelum media sosial ini meraksasa, tepatnya di tahun 2004. Pada waktu menjadi presiden Facebook itu, umur Parker baru 24 tahun.

Lahir 40 tahun silam di Virginia, Parker lahir dari keluarga cukup berada. Ayahnya Bruce Parker adalah PNS dan ibunya berkecimpung di bisnis periklanan. Ketika umurnya baru 7 tahun, sang ayah sudah mengajarkan pemrograman di komputer Atari 800.

Menginjak usia 16 tahun, Parker sudah menjadi hacker. Bukan hacker sembarangan, ia mampu menjebol jaringan perusahaan-perusahaan raksasa hingga menjadi buron FBI.

Beberapa kali lolos, akhirnya Sean Parker terlacak melalui alamat IP karena tidak sempat log out. Pasalnya secara mendadak komputernya disita sang ayah. FBI pun menangkapnya, namun kemudian dibebaskan karena masih di bawah umur. Hanya dikenai sanksi melakukan pelayanan sosial.

Usia 19 tahun bersama Shawn Fanning, Parker menciptakan situs musik free sharing Napster. Sempat meraup jutaan pengguna, Napster diakuisisi perusahaan Roxio setelah terlibat kesulitan terkait pelanggaran hak cipta. Napster dianggap berjasa mempelopori layanan file sharing peer to peer.

Tahun 2004, Parker pertama kali melihat Facebook di komputer pacar temannya di kampus Harvard. Parker ini tidak asing dengan dunia jejaring sosial. Tahu Friendster? Parker adalah penasihat pendiri Friendster, Jonathan Abrams. Malah, dia pernah punya saham di sana.

Singkat cerita, Parker bertemu dengan Mark Zuckerberg dan Eduardo Saverin, para pendiri Facebook. Mereka setuju mengangkat Parker jadi presiden pertama Facebook.

"Sean Parker adalah yang pertama melihat potensi perusahaan ini untuk menjadi sungguh-sungguh besar," sebut Peter Thiel, investor pertama Facebook.

Jasa Parker dalam perkembangan awal Facebook tidak main-main. Dia dikatakan yang mendorong tampilan bersih Facebook dan fungsi berbagi foto. "Sean sangat vital dalam membantu mentransformasi Facebook dari proyek kampus menjadi perusahaan sesungguhnya," sebut Zuck.

Sayang, Parker singkat saja jadi presiden Facebook. Tahun 2005, polisi menemukan kokain di rumah yang disewa Parker. Ia sempat ditahan walaupun dibebaskan. Peristiwa ini membuat investor Facebook kecewa dan Parker tak punya pilihan selain lengser. Walaupun demikian, Parker tetap aktif berhubungan dengan Zuck dan tetap membantu Facebook.

Lulusan SMA dan Tak Pernah Kuliah

Parker tidak pernah kuliah. Dia memang tidak ingin masuk universitas lantaran terlalu sibuk melakukan pemrograman dan terutama, mengembangkan Napster.

"Melawan harapan orang tuanya, Parker memutuskan tidak mendaftar kuliah dan ketika Fanning memberitahu soal niatnya membangun Napster, Parker meminta terlibat dan ikut menjadi pendirinya. Menyumbangkan ide-ide penting," sebut artikel di Vanity Fair.

"Dia langsung pindah ke San Francisco, padahal belum pernah sebelumnya dia itu pergi jauh dari rumah," tambah artikel tersebut.

Jalan hidupnya memang tak sepenuhnya mulus, pernah hampir bangkrut setelah Napster ditutup, bahkan diminta kerja saja di Starbucks oleh paparnya. Namun akhirnya, Parker benar-benar membuktikan sukses besar walaupun tanpa gelar sarjana.

"Parker secara luas dikenal sebagai dewa web, para temannya menyebut genius untuk mendeskripsikan dia. Dia paham tak hanya komputer dan ajaringan web, tapi bagaimana menerapkannya ke kehodupan orang. Hasilnya, dia begitu sukses," tulis Vanity Fair.

Telah menikah dan dikaruniai dua anak, Parker masih punya banyak kesibukan. Antara lain sebagai dewan direksi di Spotify dan managing partner di perusahaan venture capital Founders Fund. Parker juga gemar beramal melalui yayasannya, Parker Foundarion. (WS)